Penjelasan Mengenai Februniye Akyol Wakil Walikota BerAgama Kristen di Turki

Penjelasan Mengenai Februniye Akyol Wakil Walikota BerAgama Kristen di Turki

Siapakah Februniye Akyol ?

Penjelasan Mengenai Februniye Akyol Wakil Walikota BerAgama Kristen di Turki
Mengenai Viral di media sosial dan media nasional yang baru-baru ini heboh dengan judul berita seorang wanita Kristen yang menjadi pemimpin di Turki. Adapun kami memberi penjelasan bahwa Februniye Akyol adalah Wakil dari Pemimpin kota Mardin (Walikota) bernama Ahmet Turk seorang Kurdi

Mereka dipilih oleh Pemilih Partai BDP, Partai nasional Kurdistan di Turki. Adapun Kota Mardin adalah kota kecil yang hanya berpenduduk lebih dari 300.000 Jiwa dengan mayoritas etnis Kurdi dan Kristen Orthodox Syriac, berada di ujung tenggara Turki dekat perbatasan Suriah Utara. Mengenai Biografi Ahmet Turk sendiri awalnya adalah anggota Majelis Nasional Agung namun pada 11 Desember 2009 Mahkamah Konstitusi Turki menuduhnya punya hubungan dengan pemberontak PKK. Türk diusir dari Majelis Nasional Agung, dan 36 anggota partai lainnya dilarang bergabung partai politik selama lima tahun.
Mengenai pencalonannya oleh minoritas Kurdi dan Syriac Februniye Akyol berkata :
"Partai Kurdi telah memungkinkan saya untuk membela hak kaum saya , dan ini adalah apa yang akan saya lakukan," kata Akyol dalam sebuah wawancara dengan Al-Monitor di Mardin pekan ini. "Saya di sini bukan sebagai hiasan."
pada awalnya, dia mengakui. Kurdi memainkan peranan utama dalam pembantaian terhadap Syriacs dan Armenia di tenggara Anatolia antara tahun 1915 dan 1917. "Ya, Kurdi menganiaya orang Kristen, dan trauma yang mendalam-berakar," kata Akyol. "Saya dulu punya prasangka [terhadap Kurdi] sendiri."
Tapi Ahmet Turk, kepala klan Kurdi berpengaruh di daerah Mardin, membantu Akyol mengatasi keraguannya. Ia menjadi pemimpin Kurdi pertama di Turki secara resmi meminta maaf kepada Armenia, Syria dan masyarakat Yezidi atas pembunuhan 1915. "nenek moyang kami dianiaya orang-orang ini, dan kami mohon maaf sebagai cucu mereka," kata Ahmet Turk
Itulah Sebabnya Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) pimpinan Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan, dikalahkan oleh kandidat BDP di Mardin pada 30 Maret yang lalu.


Sejarah Komunitas Kristen di Mardin
Penjelasan Mengenai Februniye Akyol Wakil Walikota BerAgama Kristen di Turki
Foto Biara Kuno Kristen Saffron di Mardin Turki
Daerah Tur Abdin di Mardin adalah area yang luas dengan banyak sebagian besar gereja Syria Ortodoks, biara-biara dan reruntuhan. Pemukiman komunitas termasuk:
pemukiman Midyat - Komunitas Kristen di Midyat dilengkapi oleh komunitas pengungsi dari Suriah dan memiliki empat gereja yang beroperasi. Beberapa gereja Syriac paling signifikan dan biara-biara yang ada berada di dekat Midyat termasuk Biara Mor Gabriel dan Biara Saffron.
Pada awalnya kota Mardin dikenal sebagai Marida (Merida), dari nama Syria / Neo-Aramaic yang diterjemahkan sebagai "benteng"
pada awal abad 4 Masehi berdiri biara Nisibis, perumahan tujuh puluh biarawan. Sebuah keuskupan dari Gereja Asiria Timur berpusat di kota ketika itu adalah bagian dari provinsi Romawi Asyur. Ini akhirnya menjadi bagian dari Gereja Katolik di akhir abad ke-17 menyusul memisahkan diri dari Gereja Asiria, dan masih termasuk dalam daftar Keuskupan Gereja Katolik dibawah nama kuno kota tersebut.
Selama periode abad pertengahan, kota ini menjadi pusat uskup dari Armenian Apostolic, Armenia Katolik, Assyria, Katolik Siria, gereja Chaldean, serta kubu Gereja Ortodoks Suriah, dimana patriarkal yang berkantor pusat di Biara Saffron terdekat dari Mardin pada 1034-1924
Pada tahun 1517, Mardin dianeksasi oleh Turki Ottoman di bawah Selim I. Selama waktu ini, Mardin diberikan kepada seorang gubernur ditunjuk langsung di bawah otoritas Ottoman Sultan. Kaum Kristen Syriacs berhasil mencapai kesepakatan dengan Turki, menghindarkan mereka dari sebagian besar pertumpahan darah.
Pada sebelum Perang Dunia I, Mardin adalah rumah bagi lebih dari 12.000 Syriacs dan lebih dari 7.500 orang Armenia beragama Kristen Orthodox Syria.
Setelah pilkada lalu, seorang wanita Syria Ortodoks, Februniye Akyol, melayani sebagai wakil-walikota kota Mardin. Saat ini Mardin adalah daerah bergejolak karena perang pemberontak PKK berideologi Komunis melawan Turki. suku Kurdi di Mardin banyak yg berafiliasi kepada pemberontak PKK.
Credit : Sahabat Erdogan
Back To Top