Gambaran Surga Menurut Islam Berdasarkan Al Qur'an Dan Hadits

Gambaran Surga Menurut Islam Berdasarkan Al Qur'an Dan Hadits
Gambaran Surga Menurut Islam Berdasarkan Al Qur'an Dan Hadist

Ayat-Ayat  Al Qur'an Mengenai Gambaran Syurga

Islam selalu seimbang dalam memberikan porsi rasa takut dan harapan. Setelah Al-Qur’an mengancam manusia dengan ganasnya api neraka. Kini rasa takut itu di imbangi dengan kabar gembira tentang surga.
Rasulullah saw sering menceritakan kenikmatan surga dihadapan para sahabatnya. Mereka pun sering bertanya tentang surga untuk membuat hati mereka rindu dan bersemangat untuk melakukan amal soleh.
Kali ini kita akan mengintip kenikmatan surga sesuai dengan penjelasan Al-Qur’an. Walaupun apa yang telah Allah ceritakan tentang kenikmatan surga bukanlah seperti kenyataannya. Cerita tentang kenikmatan itu hanya untuk mendekatkan pemahaman kita yang terbatas. Sebenarnya, kenikmatan surga tidak bisa di jangkau oleh manusia. Rasulullah pernah mengutip firman Allah dalam Hadist Qudsin-Nya,

“Aku telah menyiapkan bagi hamba-Ku yang saleh sesuatu yang tidak pernah dilihat mata, tidak pernah didengar telinga dan tidak pernah terbesit dalam benak seseorang.”

Namun, kita tetap akan mengkaji kenikmatan surga menurut Al-Qur’an agar hati kita rindu kepadanya. Dan semoga dengan kerinduan itu kita akan lebih giat untuk meraih kenikmatan abadi ini.

وَبَشِّرِ الَّذِين آمَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ كُلَّمَا رُزِقُواْ مِنْهَا مِن ثَمَرَةٍ رِّزْقاً قَالُواْ هَـذَا الَّذِي رُزِقْنَا مِن قَبْلُ وَأُتُواْ بِهِ مُتَشَابِهاً وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَهُمْ فِيهَا خَالِدُونَ -٢٥-

“Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan, bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan dari surga, mereka berkata, “Inilah rezeki yang diberikan kepada kami dahulu.” Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa. Dan di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang suci. Mereka kekal di dalamnya.”

(Al-Baqarah 25)


♥ Bidadari Surga

Al-Qur’an berulang kali menceritakan bahwa kenikmatan yang akan didapat di surga adalah bidadari. Berulang kali Allah menjelaskan tentang sifat-sifat bidadari surga. Mengapa?

Karena manusia memiliki naluri menyukai lawan jenisnya. Dia memiliki fitrah untuk mencintai wanita. Bahkan ketika Allah menceritakan tentang syahwat duniawi manusia, Allah mendahulukan wanita sebelum kesukaan yang lain.

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاء وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ-١٤-
“Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang.”(Ali Imran 14)

Surga adalah hadiah bagi mereka yang telah beramal di dunia. Dan hadiah terbaik adalah sesuai keinginan si penerima. Karena itu Allah menjanjikan kenikmatan yang disukai manusia agar jiwanya tergugah untuk segera meraihnya.
Surga dihiasi oleh wajah molek bidadari-bidadarinya. Allah swt menyifati mereka dalam firman-Nya,

   ♦ Baik dan elok             

فِيهِنَّ خَيْرَاتٌ حِسَانٌ -٧٠-
“Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik dan jelita.”
(Ar-Rahman 70)

Kita akan melihat perangai yang indah dan wajah yang elok ketika melihat bidadari itu. Tidak ada yang terlihat dari mereka kecuali keindahan.

   ♦ Belum Pernah disentuh Siapapun

فِيهِنَّ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَانٌّ -٥٦-
“Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang membatasi pandangan, yang tidak pernah disentuh oleh manusia maupun jin sebelumnya.”

(Ar-Rahman 56)


Para bidadari terjaga dalam sebuah tempat yang mulia. Tidak sembarang orang bisa melihatnya. Mereka tidak pernah disentuh oleh siapapun sebelum kita.

   ♦ Selalu perawan dan muda

فَجَعَلْنَاهُنَّ أَبْكَاراً -٣٦- عُرُباً أَتْرَاباً -٣٧-
“Lalu Kami Jadikan mereka perawan-perawan, yang penuh cinta (dan) sebaya umurnya.”(Al-Waqi’ah 26-27)

Semua bidadari di surga adalah perawan. Dan ketika kita mendatangi mereka berapa kali pun, mereka akan tetap seperti pertama kali kita datang. Selalu perawan dan penuh kemesraan. Penuh cinta dan kasih sayang. Selain itu, mereka juga tidak pernah menua. Tetap pada umur mudanya.

Bukankah telah datang seorang wanita tua kepada Rasulullah saw. Dia meminta beliau untuk mendoakannya masuk surga. Namun Rasulullah menjawabnya, “Tidak ada orang tua di surga.” Seketika dia menangis karena tidak bisa masuk surga dengan umurnya yang tua. Kemudian Rasulullahs saw segera menenangkannya dengan berkata bahwa semua yang tua akan menjadi muda di dalam surga.

   ♦ Seperti Mutiara dan Permata         

كَأَمْثَالِ اللُّؤْلُؤِ الْمَكْنُونِ -٢٣-
“Laksana mutiara yang tersimpan baik.”(Al-Waqi’ah 23)

Para bidadari laksana permata yang terjaga. Kecantikannya begitu memancar dan kelembutannya selembut mutiara.

كَأَنَّهُنَّ الْيَاقُوتُ وَالْمَرْجَانُ -٥٨-
“Seakan-akan mereka itu permata yakut dan marjan.”(Ar-Rahman 58)

   ♦ Pasangan yang Suci.

وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَهُمْ فِيهَا خَالِدُونَ -٢٥-
“Dan di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang suci. Mereka kekal di dalamnya.”(Al-Baqarah 25)

Imam Ja’far Shodiq menyebutkan bahwa para bidadari itu suci dari Haid atau darah selainnya. Selalu siap melayani. Dan tak pernah berubah seperti pertama kali bertemu.

   ♦ Apakah Ada Komunikasi?

Imam Ja’far pernah ditanya oleh sahabatnya, “Apakah ada pembicaraan dengan bidadari?”

Imam menjawab, “Ya, belum pernah seluruh makhluk mendengar pembicaraan seperti yang dibicarakan bidadari.”

“Apa yang dibicarakan?” Tanya sahabat itu.
“Mereka berkata bahwa kami adalah (bidadari) yang kekal dan tak akan mati. Kami selalu ramah dan tak pernah berlaku kasar. Kami akan terus berada disini dan tak pernah meninggalkan. Dan kami selalu rela dan tak pernah marah. Beruntung siapa yang diciptakan untuk kami dan beruntung siapa yang kami diciptakan untuknya. Jika sedikit saja kami ditampilkan di bumi maka seluruh makhluk tidak akan mampu melihat cahaya kami.”
Inilah yang dijanjikan Allah bagi mereka yang beriman dan beramal sholeh.

♥  Anak-Anak Kecil yang Lucu


يَطُوفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُّخَلَّدُونَ -١٧-
“Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda.”(Al-Waqi’ah 17)


Para penghuni surga disambut oleh anak-anak kecil yang lucu. Umur mereka tidak bertambah. Selalu terlihat indah dipandang. Tugas mereka adalah melayani para penghuni surga. Mereka berkeliling disekitar penghuni surga untuk selalu siap melayani apapun kemauan tuannya. Dalam ayat lain, Allah swt berfirman,

وَيَطُوفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُّخَلَّدُونَ إِذَا رَأَيْتَهُمْ حَسِبْتَهُمْ لُؤْلُؤاً مَّنثُوراً -١٩-
“Dan mereka dikelilingi oleh para pemuda-pemuda yang tetap muda. Apabila kamu melihatnya, akan kamu kira mereka, mutiara yang bertaburan.”

(Al-Insaan 19)


♥  Tempat Tinggal Penghuni Surga
Seberapa besar tempat tinggal yang disediakan Allah untuk penghuni surga?
Allah swt berfirman,

وَسَارِعُواْ إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ -١٣٣-
“Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhan-mu dan mendapatkansurga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa”(Ali Imran 133)

Saat memasuki surga, kita adalah tamu-tamu Allah swt. Coba bayangkan apa yang diberikan Penguasa Alam kepada tamu-tamu kemuliaan-Nya.

Dengan tempat tinggal yang begitu luas itu, kira-kira apa perabotan yang menghiasi ruangan penghuni surga?

Bagaimana pakaian mereka?

Apa makanan dan minuman mereka sehari-hari?

Kita masih menyimak kenikmatan surga. Suatu tempat yang tidak pernah dilihat mata, tidak pernah didengar telinga dan mustahil di bayangkan oleh benak manusia. Sebelumnya kita telah mendengar kemolekan bidadari surga yang menemani penghuninya. Anak-anak kecil yang melayani dan tempat tinggal yang luas. Seluas bumi dan langit.

Jika tempat tinggal penghuni surga seluas bumi dan langit. Lalu apa perabotan yang mengisi tempat seluas itu?

♥ Perabotan Surga


يُطَافُ عَلَيْهِم بِصِحَافٍ مِّن ذَهَبٍ وَأَكْوَابٍ وَفِيهَا مَا تَشْتَهِيهِ الْأَنفُسُ وَتَلَذُّ الْأَعْيُنُ -٧١-
“Kepada mereka diedarkan piring-piring dan gelas-gelas dari emas, dan di dalam surga itu terdapat apa yang diingini oleh hati dan segala yang sedap (dipandang) mata.”(Az-Zukhruf 71)

Tidak seperti di dunia, piring-piring surga terbuat dari emas. Indah dipandang mata dan sesuai dengan keinginan penghuninya.

وَيُطَافُ عَلَيْهِم بِآنِيَةٍ مِّن فِضَّةٍ وَأَكْوَابٍ كَانَتْ قَوَارِيرَا -١٥- قَوَارِيرَ مِن فِضَّةٍ قَدَّرُوهَا تَقْدِيراً -١٦-
“Dan kepada mereka diedarkan bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kristal, kristal yang jernih terbuat dari perak, mereka tentukan ukurannya yang sesuai (dengan kehendak mereka).”(Al-Insaan 15-16)


Selain emas, ada juga bejana yang terbuat dari perak yang tembus pandang. Tidak seperti perak di dunia yang pekat. Disana juga ada dipan-dipan untuk tempat duduk para penghuninya. Terhampar permadani yang indah dan bantal yang tersusun rapi. Mereka saling berhadapan, berbincang-bincang menikmati segala fasilitas yang diberikan atas amal baiknya di dunia.

– فِيهَا سُرُرٌ مَّرْفُوعَةٌ -١٣- وَأَكْوَابٌ مَّوْضُوعَةٌ -١٤- وَنَمَارِقُ مَصْفُوفَةٌ -١٥- وَزَرَابِيُّ مَبْثُوثَةٌ -١٦
“Di sana ada mata air yang mengalir. Di sana ada dipan-dipan yang ditinggikan, dan gelas-gelas yang tersedia (di dekatnya), dan bantal-bantal sandaran yang tersusun, dan permadani-permadani yang terhampar.”
(Al-Ghasiyah 12-16)
عَلَى سُرُرٍ مَّوْضُونَةٍ -١٥- مُتَّكِئِينَ عَلَيْهَا مُتَقَابِلِينَ -١٦-
“Mereka berada di atas dipan-dipan yang bertahtakan emas dan permata, mereka bersandar di atasnya berhadap-hadapan.”(Al-Waqi’ah 15-16)


Setelah dimanjakan dengan perabotan yang memuaskan, mereka juga tak pernah merasa kepanasan atau kedinginan.

مُتَّكِئِينَ فِيهَا عَلَى الْأَرَائِكِ لَا يَرَوْنَ فِيهَا شَمْساً وَلَا زَمْهَرِيراً -١٣-
“Di sana mereka duduk bersandar di atas dipan, di sana mereka tidak melihat (merasakan teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang berlebihan.”

(Al-Insaan 13)


♥ Sungai-sungai Surga


مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ فِيهَا أَنْهَارٌ مِّن مَّاء غَيْرِ آسِنٍ وَأَنْهَارٌ مِن لَّبَنٍ لَّمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهُ وَأَنْهَارٌ مِّنْ خَمْرٍ لَّذَّةٍ لِّلشَّارِبِينَ وَأَنْهَارٌ مِّنْ عَسَلٍ مُّصَفًّى-١٥-

“Perumpamaan taman surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa; di sana ada sungai-sungai yang airnya tidak payau, dan sungai-sungai air susu yang tidak berubah rasanya, dan sungai-sungai khamar (anggur yang tidak memabukkan) yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai madu yang murni.”(Muhammad 15)


Pada ayat ini, ada 4 sungai yang disediakan Allah swt untuk tamu-Nya di surga. Ada sungai yang mengalir air jernih didalamnya. Ada juga sungai susu yang tak pernah berubah rasanya. Jika di dunia ada arak yang rasanya tidak enak dan memabukkan, maka di surga ada juga sungai yang mengalir arak yang lezat rasanya. Dan yang terakhir adalah sungai yang terbuat dari madu yang murni dan nikmat.

Penghuni surga tidak perlu keluar ke halaman untuk merasakan kenikmatan air sungai itu. Mereka bisa mengalirkan sungai itu ke kamar mereka. Dan dengan leluasa mengambil sesuka hati mereka.

عَيْناً يَشْرَبُ بِهَا عِبَادُ اللَّهِ يُفَجِّرُونَهَا تَفْجِيراً -٦-
“(yaitu) mata air (dalam surga) yang diminum oleh hamba-hamba Allah dan mereka dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya.”(Al-Insaan 6)


♥ Makanan Surga

وَأَمْدَدْنَاهُم بِفَاكِهَةٍ وَلَحْمٍ مِّمَّا يَشْتَهُونَ -٢٢-
“Dan Kami Berikan kepada mereka tambahan berupa buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini.”(At-Thur 22)

وَفَاكِهَةٍ مِّمَّا يَتَخَيَّرُونَ -٢٠- وَلَحْمِ طَيْرٍ مِّمَّا يَشْتَهُونَ -٢١-
“Dan buah-buahan apa pun yang mereka pilih, dan daging burung apa pun yang mereka inginkan.”(Al-Waqi’ah 20-21)


Surga dipenuhi dengan buah-buahan dan daging apapun yang diinginkan penghuninya. Jika kita perhatikan, akan kita temukan dalam dua ayat ini bahwa Allah swt selalu mendahulukan buah-buahan sebelum daging. Fenomena ini membuat seorang peneliti barat penasaran dan mencari apa dibalik rahasia ayat ini.

Setelah diteliti, ternyata pencernaan manusia merasa berat saat mencerna daging. Butuh waktu lama untuk proses menghancurkan daging di dalam perut. Hebatnya, jika kita memakan buah sebelum memakan daging maka sari buah itu membantu pencernaan kita dalam mencerna daging. Sehingga kerja perut menjadi ringan dan waktu untuk mencerna daging lebih cepat. Itulah rahasia kenapa Allah dahulukan buah-buahan sebelum menyebut daging. Subhanallah !

◊ Apa saja buah-buahan yang tersedia di surga?

Semua buah yang kita inginkan selalu tersedia di surga. Namun ada jenis buah khusus yang disebutkan didalam Al-Qur’an.

فِيهِمَا فَاكِهَةٌ وَنَخْلٌ وَرُمَّانٌ -٦٨-
“Di dalam kedua surga itu ada buah-buahan, kurma dan delima.”(Ar-Rahman 68)


إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَفَازاً -٣١- حَدَائِقَ وَأَعْنَاباً -٣٢-
“Sungguh, orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan, (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur”(An-Naba’ 21-22)


Jika kita perhatikan, hanya buah anggur yang disebutkan sebagai satu-satunya buah surga didalam Surat An-Naba’. Mengapa?

Ternyata para ahli gizi menyebutkan bahwa anggur adalah buah yang memiliki kandungan luar biasa. Bahkan menyerupai ASI Ibu dalam kandungan gizinya. Selain buah-buahan diatas, ada ayat lain yang menyebut buah di surga.

وَطَلْحٍ مَّنضُودٍ -٢٩-
“Dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya)”(Al-Waqi’ah 29)


◊ Apakah buah di surga hanya yang disebut diatas?

Tentu tidak ! Jangan pernah bertanya apakah ini ada atau tidak. Di surga nanti, semua makanan tersedia mengikuti keinginan penghuninya.

وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ -٣١-
“Di dalamnya (surga) kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh apa yang kamu minta.”(Fussilat 31)


◊ Apakah buah surga mengikuti musimnya seperti di dunia?

Untuk menjawab pertanyaan ini, cukup dengan firman Allah swt,

لَّا مَقْطُوعَةٍ وَلَا مَمْنُوعَةٍ -٣٣-
“Yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang mengambilnya”(Al-Waqi’ah 33)


Buah-buahan surga tidak memiliki musim tertentu. Selalu tersedia kapanpun kita menginginkannya. Terkadang, seorang ingin memakan salah satu buah di dunia tapi dokter melarangnya karena akan mengganggu kesehatan. Namun disana, tidak ada pantangan sedikitpun.

Ketika di dunia, kita kesulitan saat ingin memetik buah. Perlu tangga, kayu atau menyuruh orang lain.

◊ Bagaimana jika ingin memetik buah di surga?

فِي جَنَّةٍ عَالِيَةٍ -٢٢- قُطُوفُهَا دَانِيَةٌ -٢٣-
“Dalam surga yang tinggi, buah-buahannya dekat”(Al-Haqqah 22-23)


وَدَانِيَةً عَلَيْهِمْ ظِلَالُهَا وَذُلِّلَتْ قُطُوفُهَا تَذْلِيلاً -١٤-
“Dan naungan (pepohonan)nya dekat di atas mereka dan dimudahkan semudah-mudahnya untuk memetik (buah)nya.”(Al-Insaan 14)


Buah di surga begitu mudah dipetik. Saat hati menginginkan, pohon itu akan datang dan kita tinggal memetik dengan mudah. Rasulullah saw bersabda,

“Demi jiwa Muhammad yang ada ditangan-Nya, sungguh seorang penghuni surga ketika dia memetik buah untuk dimakan sementara buah itu belum sampai pada mulutnya, Allah swt telah mengganti buah itu ditempatnya dipetik.”

Setiap buah memiliki pasangan, namun rasanya berbeda-beda.

فِيهِمَا مِن كُلِّ فَاكِهَةٍ زَوْجَانِ -٥٢-
“Di dalam kedua surga itu terdapat aneka buah-buahan yang berpasang-pasangan.”(Ar-Rahman 52)


◊  Apa beda makanan di dunia dan akhirat?

Untuk makanan di dunia Allah berfirman,

وكُلُواْ وَاشْرَبُواْ وَلاَ تُسْرِفُواْ إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ -٣١-
“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak Menyukai orang yang berlebih- lebihan.”(Al-A’raf 31)


Dan untuk makanan di akhirat, Allah berfirman,

كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئاً بِمَا أَسْلَفْتُمْ فِي الْأَيَّامِ الْخَالِيَةِ -٢٤-
(kepada mereka dikatakan), “Makan dan minumlah dengan nikmat karena amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.”(Al-Haqqah 24)


Kelezatan makanan di surga telah kita lewati. Lalu bagaimana dengan minumannya?

Apakah penghuni surga juga menggunakan pakaian tertentu?

Di dunia ini, walau kita telah memiliki apa yang kita inginkan. Masih saja ada gangguan berupa kata-kata orang yang menyakitkan hati. Apakah kata-kata itu masih bisa mengganggu kita disurga?

Pada bagian terakhir ini kita akan mencari tau apa saja minuman di surga. Terbuat dari apa pakaian mereka. Kemudian pada akhirnya kita akan mengetahui kenikmatan termahal yang diberikan Allah swt pada penghuninya. Kenikmatan apakah itu?

♥ Minuman Surga


Penghuni surga dapat memilih minuman apapun yang ia kehendaki. Namun kali ini kita akan melihat apa saja minuman surga yang disebut dalam Al-Qur’an.

◊ Tasnim
Minuman ini adalah mata air yang akan diminum oleh orang-orang yang dekat dengan Allah swt.

◊ Kafur
Kafur adalah suatu mata air di surga yang airnya putih dan nikmat sekali rasanya.

إِنَّ الْأَبْرَارَ يَشْرَبُونَ مِن كَأْسٍ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُوراً -٥-
“Sungguh, orang-orang yang berbuat kebajikan akan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur.”(Al-Insaan 5)


◊ Minuman Jahe
Ada satu minuman yang bercampur dengan jahe. Tapi jangan khawatir, bagi kita yang tidak suka dengan jahe, perlu kita ingat bahwa jahe dunia dengan jahe akhirat tentu berbeda. Orang arab dulu sering mencampurkan minumannya dengan jahe, karena rasa jahe menjadi favorit mereka. Karena itu Al-Qur’an memberi contoh minuman dengan campuran favorit mereka agar mereka semakin rindu dengan surga.

Pada saatnya nanti kita akan mengupas rahasia dibalik penyebutan jahe dan buah-buahan tertentu dalam Al-Qur’an.

وَيُسْقَوْنَ فِيهَا كَأْساً كَانَ مِزَاجُهَا زَنجَبِيلاً -١٧-
“Dan di sana mereka diberi segelas minuman bercampur jahe.”(Al-Insaan 17)


◊ Arak

يُسْقَوْنَ مِن رَّحِيقٍ مَّخْتُومٍ -٢٥-
“Mereka diberi minum dari khamar murni (tidak memabukkan) yang (tempatnya) masih dilak (disegel)”(Al-Muthaffifin 25)


Di surga tersedia arak yang murni, tidak memabukkan dan di segel rapat. Jika kita melihat minuman yang bersegel di zaman ini, ternyata Al-Qur’an telah berbicara tentang segel ini sejak 1400 tahun yang lalu. Minuman ini disegel rapat agar tidak ada yang bisa menyentuhnya. Karena hanya orang yang berhak yang bisa membukanya. Bukan hanya minumannya yang harum, bahkan segelnya pun beraroma kasturi.

خِتَامُهُ مِسْكٌ وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ -٢٦-
“Laknya (segelnya) dari kasturi. Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.”(Al-Muthaffifin 26)


Rasulullah saw pernah bersabda bahwa orang yang berhak meminum arak di surga adalah mereka yang tidak mengotori mulutnya dengan arak dunia. Seorang yang meminum arak di dunia tidak akan pernah meminum arak di akhirat, sabda beliau.

Karena arak dunia jauh berbeda dengan arak di surga. Arak di dunia menjadikan peminumnya hilang kesadaran dan berbicara ngawur. Terkadang juga memiliki efek pusing. Sementara arak surga terbebas dari pengaruh itu semua.

يَتَنَازَعُونَ فِيهَا كَأْساً لَّا لَغْوٌ فِيهَا وَلَا تَأْثِيمٌ -٢٣-
“(Di dalam surga itu) mereka saling mengulurkan gelas yang isinya tidak (menimbulkan) ucapan yang tidak berfaedah ataupun perbuatan dosa.”(At-Thur 23)


وَكَأْساً دِهَاقاً -٣٤- لَّا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْواً وَلَا كِذَّاباً -٣٥-
“Dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman). Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia maupun (perkataan) dusta.”(An-Naba’ 35)


لَا يُصَدَّعُونَ عَنْهَا وَلَا يُنزِفُونَ -١٩-
“Mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk”(Al-Waqi’ah 19)


♥ Pakaian Surga

Para penghuni neraka memiliki pakaian yang terbuat dari api. Penghuni surga pun mengenakan pakaian khusus. Terbuat dari apakah pakaian mereka? Allah berfirman,

يَلْبَسُونَ مِن سُندُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ مُّتَقَابِلِينَ -٥٣-
“Mereka memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal, (duduk) berhadapan”

(Ad-Dukhan 53)


Para penghuni surga mengenakan pakaian terbaik yang terbuat dari sutra. Ada dua jenis sutra disana, sutra yang tipis disebut Sundus. Dan sutra yang tebal yang disebut Istabraq.

أُوْلَئِكَ لَهُمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِن ذَهَبٍ وَيَلْبَسُونَ ثِيَاباً خُضْراً مِّن سُندُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ -٣١-
“Mereka itulah yang memperoleh Surga ‘Adn, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; (dalam surga itu) mereka diberi hiasan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal.”(Al-Kahf 31)


Tidak ada lagi terdengar pakaian yang lungset atau luntur. Semua terbuat dari kain sutra terbaik. Mereka juga dihiasi dengan gelang-gelang emas yang menawan.

Setelah memiliki semua kenikmatan, kadang kita masih terganggu dengan kata-kata buruk dari orang lain. Entah berupa hasutan, sindiran atau kata-kata yang menyakitkan hati. Apakah kata-kata itu masih dapat mengganggu kita disurga?

لَا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْواً وَلَا تَأْثِيماً -٢٥- إِلَّا قِيلاً سَلَاماً سَلَاماً -٢٦-
“Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia maupun yang menimbulkan dosa, tetapi mereka mendengar ucapan salam.”(Al-Waqi’ah 25-26)


♥ Kekal Abadi

Tiba-tiba ada seorang yang ingin menyenangkan hati kita. Dia menyiapkan Vila di bukit yang sejuk dengan segala fasilitas yang indah. Kita dipersilahkan untuk menempati Vila itu dan menggunakan segala fasilitasnya sepuasnya. Namun, kita Cuma diberi waktu 3 hari saja.

Bagaimana perasaan kita?

Tentu senang sekali. Siapa yang tidak mau diberi hiburan gratis yang memuaskan?
Namun dibalik kesenangan itu, pikiran kita masih terganggu oleh sempitnya waktu. Kita hanya diberi waktu 3 hari saja untuk menikmati fasilitas yang dia berikan. Habisnya waktu selalu membayangi pikiran kita dan berkata, “Sebentar lagi kesenangan ini akan habis.”

Sebesar apapun kenikmatan dunia yang kita rasakan, semuanya memiliki masa tenggang waktu. Tidak ada kenikmatan yang abadi selamanya. Inilah yang mengurangi kenikmatan itu. Pikiran tentang waktu yang akan habis saat menikmatinya. Entah kita yang meninggalkan kenikmatan itu atau kenikmatan itu yang pergi dari kita.

Nanti di surga, tidak ada lagi pikiran yang akan mengganggu kita karena semua kenikmatan itu sifatnya kekal dan abadi. Kita akan menikmatinya selamanya. Tanpa takut habisnya waktu.

وَالَّذِينَ آمَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّالِحَاتِ سَنُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَداً-١٢٢-
“Dan orang yang beriman dan mengerjakan amal kebajikan, kelak akan Kami Masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.”(An-Nisa’ 122)


Dan masih ada banyak lagi ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang kenikmatan yang kekal di surga. Disana tidak ada lagi tempat untuk bersedih hati.

يَا عِبَادِ لَا خَوْفٌ عَلَيْكُمُ الْيَوْمَ وَلَا أَنتُمْ تَحْزَنُونَ -٦٨-
“Wahai hamba-hamba-Ku! Tidak ada ketakutan bagimu pada hari itu, dan tidak pula kamu bersedih hati.”(Az-Zukhruf 68)


Hingga sampai pada saatnya para penghuni surga mendapatkan kenikmatan termahal. Kenikmatan yang melebihi semua kenikmatan sebelumnya. Derajat kemuliaan yang paling tinggi. Yaitu ketika mereka memperoleh kerelaan dari Allah swt.

وَعَدَ اللّهُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ وَرِضْوَانٌ مِّنَ اللّهِ أَكْبَرُ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ -٧٢-
“Allah Menjanjikan kepada orang-orang Mukmin laki-laki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan (mendapat) tempat yang baik di surga ‘Adn. Dan keridaan Allah lebih besar. Itulah kemenangan yang agung.”(At-Tubah 72)


Ketika Allah telah rela kepada hamba-Nya, Dia akan memberinya minuman yang akan mensucikan diri mereka dari segala sesuatu. Sehingga tidak ada lagi pada dirinya kecuali Allah swt. Dan itulah kenikmatan termahal.

وَسَقَاهُمْ رَبُّهُمْ شَرَاباً طَهُوراً -٢١-
“Dan Tuhan Memberikan kepada mereka minuman yang bersih (dan suci).”

(Al-Insaan 21)
Sumber:khazanahalquran.com

Hadits mengenai Gambaran Syurga

  • Rasulullah SAW telah menerangkan sifat-sifat Surga yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang bertaqwa dengan keterangan yang lengkap.

  • Keterangan ini membuat tenteram hati orang-orang yang beriman. Orang-orang yang shalih merasakan kenikmatan dengan mengetahuinya, sementara orang-orang yang bertaubat merasakan kesenangan dengan mengingatnya.

1. Orang yang Pertama Kali Masuk Surga

Dari Annas bin Malik radiyallahu ‘anhu, ia berkata bawa Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Pada hari Kiamat nanti, aku akan mendatangi pintu Surga, kemudian aku meminta untuk dibukakan (pintunya), maka penjaganya bertanya : ‘Siapa Anda?’ Aku menjawab : ‘Muhammad’. Selanjutnya dia berkata : ‘Hanya untukmu aku diperintahkan agar membuka pintu ini dan dilarang bagi seorangpun sebelummu”. (HR. Muslim no. 188).

Dari Hudzaifah radiyallahu ‘anhu, ia berkata bawa Rasulullah bersabda : “Semua anak adam berada di bawah panjiku pada hari Kiamat, dan aku orang pertama yang dibukakan pintu Surga”. (lihat Shahiihul Jaami’ no. 6995).

2. Sifat Rombongan Pertama yang masuk Surga

Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu ia berkata, bahwa Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya orangyang pertama kali masuk Surga laksana bulan di malam pertama. Orang yang masuk setelah mereka laksana bintang yang sangat terang di langit yang cerah. Mereka tidak buang air kecil, tidak buang air besar, tidak beringus, dan tidak meludah. Sisir mereka terbuat dari emas. Keringat mereka adalah minyak kesturi. Tempat BUKHUR (PEWANGI RUANGAN DAN TUBUH) mereka adalh batang kayu gaharu. Isteri-isteri merreka semuanya adalah bidadari,bentuk tubuh mereka semuanya sama yaitu seperti bentuk tubuh bapak mereka Adam : tingginya enam puluh hasta di langit”. (Muttafaq ‘alaih_Bukhari no.3327 dan Muslim no.2834).

3. Pintu-Pintu Surga


Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu ia berkata, bahwa Rasulullah bersabda : “Barangsiapa menginfakkan sepasang hartanya (emas, perak dan lain-lain) di jalan Allah, maka dia akan dipanggil dari pintu-pintu Surga: ‘Wahai hamba Allah, ini baik’. Barangsiapa yang termasuk ahli shalat,dia akan dipanggil dari pintu ahli shalat. Siapa yang termasuk ahli jihad, akan dipanggil dari pintu jihad. Siapa yang termasuk ahli puasa akan dipanggil dari pintu ‘ar-Rayyan ‘. Siapa yang termasuk ahli sedekah akan dipanggil dari pintu sedekah. Abu Bakar radiyallahu ‘anhu berkata: ‘Ayah ibuku menjadi tebusanmu Wahai Rasulullah, tidak mengherankan orang-orang itu masing-masing dipanggil dari pintu tersebut, tetapi apakah ada yang dipanggil dari seluruh pintu tersebut?’ Beliau menjawab: ‘Ya, semoga engkau termasuk dari mereka’”. (Muttafaq ‘alaih_Bukhari no.1897 dan Muslim no.1027).

Dari Sahl bin Sa,ad ia berkata, Rasulullah bersabda : “Di dalam surga ada delapan pintu, diantaranya ada yang bernama ‘ar-Rayyan’. Pintu itu tidak dimasuki kecuali hanya oleh orang-orang yang berpuasa”. (HR. Al-Bukhari no.3257)

4. Tidak Ada Kematian dalam Surga

Dari Abu Sa’id dan Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda : “Jika penduduk Surga sudah masuk ke Surga, maka ada yang berseru: ‘Sesungguhnya kalian akan hidup dan tidak akan mati, kalian akan tetap sehat dan tidak akan sakit, kalian aka tetap muda tidak akan tua, kalian juga akan selalu hidup senang dan tidak akan mendapat kesusahan”. (HR. Muslim no.2837 diriwayatkan oleh Ahmad no.11905 dan at-Tirmidzi no.3246)

5. Kedudukan Penghuni Surga dan Tingkatan-Tingkatan Surga

Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu ia berkata, bahwa Rasulullah bersabda : “Sipa yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mendirikan shalat dan berpuasa di bulan Ramadhan, maka wajib bagi Allah untuk memasukkannya ke Surga, baik dia hijrah di jalan Allah atau tetap tinggal di tanah airnya. Para sahabat berkata: ‘Wahai Rasulullah, bolehkah kita memberitahukan ini kepada orang banyak?’ Beliau berkata: ‘Sesungguhnya di Surga ada seratus tingkatan yang telah disediakan oleh Allah bagi para Mujahidin fii Sabilillah, setiap dua tingkatan seperti jarak antara langit dan bumi, maka jika kalin memohon kepada Allah, mohonlah Surga ‘Firdaus’ yang tinggi, karena Surga Firdaus itu ada di tengah-tengah Surga dan paling atas, dan di atsnya terdapat ‘Arsy ar-Rahman. Dari san sungai-sungai mengalir’ “. (HR. Al-Bukhari no.7423_lihat juga Shahiihul Jaami’ no.7873)

Jihad yang dimaksud adalah sebenar-benarnya jihad, bukab jihad menurut pemahaman mereka yang membuat kerusakan di muka bumi dengan menggunakan bom (kecuali bom tersebut diledakkan di daerah orang-orang kafir dalam peperangan yang benar-benar memerangi islam secara nyata, seperti di Palestina dan negara-negara lain dan juga di negara kita ini). Ironisnya peristiwa yang ter jadi di negara kita ini, mereka (pelaku bom) bangga dengan apa yang mereka lakukan. Mereka beranggapan perbuatan mereka adalah Jihad fii Sabilillah. Allahu ‘alam itu adalah urusan mereka dengan Allah.

6. Sifat-Sifat Penduduk Surga
Dari Mu’adz bin Jabal radiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Penghuni Surga akan masuk Surga dengan tubuh dan wajah yang tidak berbulu dan bercelak, mereka berumur 30 tahun atau 33 tahun.” (Shahiihul Jaami’ no.7928).

Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu ia berkata, bahwa Rasulullah bersabda : “Akan masuk Surga sekelompok kaum yang hati mereka seperti burung (yaitu dari isi kelembutan, ketakutan dan kehormatan)”.(Shahiihul Jaami’ no.7924).
Dari Anas bin Malik, dari Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda :”Orang mukmin di Surga akan diberi kekuatan sekian dan sekian dalam urusan jima’ (bersetubuh). Ada sahabat bertanya: ‘Wahai Rasulullah, apakah dia mampu untuk itu?’ Nabi menjawab: ‘Dia akan diberi seratus kekuatan’”. (Shahiihul Jamii’ no.7962).

Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu ia berkata, bahwa Rasulullah bersabda : “Siapa yang masuk Surga akan hidup senang dan tidak akan mengalami kesussahan, pakaiannya tidak akan lusuh dan masa mudanya tidak akan sirna.” (HR. Muslim no.2836_dikeluarkan juga oleh Ahmad no.8835,9290).
7. Wanita-Wanita Penduduk Surga

Dari Anas bin Malik radiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda :”Berangkat pagi-pagi atau siang hari di jalan Allah lebih baik daripada dunia dan seisinya. Sungguh tempat satu hasta kalian di Surga lebih baik daripada dunia dan seisinya. Kalaulah seorang wanita penduduk Surga menampakkan dirinya kepada penduduk dunia, niscaya dia akan menerangi antara keduanya dan bumi akan penuh dengan wewangian. Sungguh, penutup kepalanya lebih baik daripada dunia dan seisinya”. (HR. Al-Bukhari).

Dari Abdullah bin Umar radiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda: “Ssungguhnya para isteri penghuni Surga bernyanyi untuk suami-suami mereka dengan suara yang sangat merdu, yang tidak pernah di dengar oleh siapapun. Diantara bait yang mereka dendangkan :

Kami adalah wanita-wanita yang cantik jelita

Kami para isteri kaum yang mulia

Kami melihat dengan mata yang indah

Demikian juga di antara bait yang mereka dendangkan adalah :

Kami adalah wanita-wanita abadi

yang tidak akan mati

kami adalah wanita-eanita yang merasa aman

tidak merasa takut

kami adalah wanita-wanita yang menetap

tidak akan berpindah.”


(Shahiihul Jaami’ no.1557)

8. Makanan dan Minuman Penghuni Surga

Dari Jabir radiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah bersabda : “Para penduduk Surga akan makan dan minum di dalamnya, mereka tidak buang air besar, tidak beringus dan tidak buang air kecil. Akan tetapi makanan mereka menghasilkan sendawa yang wanginya sewangi minyak kesturi. Mereka diberikan insting untuk bertasbih dan bertahmid seperti kalian diberi insting untuk bernafas.” (HR. Muslim no.2835_diriwayatkan oleh Ahmad no.14408, Abu Dawud no.4741).

Dari Muawiyah bin Haidah ia berkata, Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya di Surga ada lautan Air, lautan madu, lautan susu, lautan khamr, kemudian darinya sungai-sungai mengalir.” (Shahiihul Jaami’ no.2118).

Dari Anas ia berkata, Rasulullah bersabda : “Apakah kalian tahi apa ‘al-Kautsar’ itu? al-Kutsar adalah sungai yang diberikan kepadaku dari Rabbku di Surga. Dia memiliki banyak kebaikan, ummatku akan mendatanginya pada hari kiamat, jumlah bejananya sebanyak jumlah binyang di langit. Ada seorang hamba yang dicegah bergabung dengan mereka, maka akupun memprotes : ‘Wahai Rabbku, dia adalah bagian dari ummatku’, lalu aka dijawab: ‘Engkau tidk tahu apa yang mereka lakukan setelah engkau meninggal’”. (Shahiihul Jaami’ no.6904).

9. Pemandangan di Surga

Di Surga ada kenikmatan yang abadi, kebaikan yang merata, dan Rahmat dari Allah ar-Rahman dan ar-Rahim (Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang). Di sana ada dipan-dipan tinggi yang terlihat bersih dan suci, ada gelas-gelas yang tertata rapi yang disediakan untuk minum, tidak perlu diminta dan dipersiapkan. Ada bantal-bantal dan tilam-tilam untuk beralaskan di waktu santai. Di sana terhampar karpet-karpet dan sajadah-sajadah untuk perhiasan dan bersuka ria.

Semua nikmat yang disebutkan dalam Kitabullah atau Sunnah Nabi-Nya, namanya sama dengan yang dilihat di dunia. Tetapi…, ketika benda-benda ini disebut namanya, hanyalah sebagai penamaan saja agar bisa dipahami penduduk dunia. Adapun yang sebenarnya dan hakekat kesenangan-kesenangan tersebut diserahkan kepada Allah yang Mahaagung, Mahabijaksana, lagu Yang menegakkan seluruh langit dan bumi. Adapun karakter kenikmatan Surga diserahkan kepada cita rasa kenikmatan di sana, sesuai dengan cita rasa orang-orang yang Allah berikan cita rasa tersebut kepada mereka.

Kehidupan penduduk Surga di sana semua berisi kesejahteraan, diliputi dan diliputi kemakmuran. Para Malaikat mengucapkan salam sejahtera kepada penduduk Surga dalam keadaan yang sentosa, mereka saling mengucapkan salam satu dengan yang lainnya, dan mereka dikirimi salam oleh ar-Rahman. Suasananya seluruhnya mencerminkan kedamaian. (lihat Al-Yaumul Akhir fii Zhilaalil Qur’qn, hal.321-323 dengan ringkas).

a. Kamar-Kamar di Surga


Dari Abu Sa’id al-Kuhudri radiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya para penduduk Surga berusaha untuk melihat penhuni-penghuni kamar yang ada di atas mereka, sebagaimana kalian berusaha melihat bintang yang bergemerlapan cahanya di langit sebelah timur atau barat karena perbedaan keutamaan di antara mereka. Para sahabat bertanya : “‘Wahai Rasulullah, apakah itu kedudukan para Nabi yang tidak mungkin dapat dicapai oleh selain mereka?’ Beliau menjawab: ‘Tentu, demi jiwaku yang ada di tangan-Nya, mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan membenarkan para Rasul”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari Abu Malik al-Asy’ari, bahwa Nabi bersabda: “Di Surga ada kamar-kamar yang bagian luarnya bisa dilihat dari dalam dan sebagian dalamnya bisa dilihat dari luar. Itu disediakan Allah bagi orang yang memberikan makanan, melembutkan ucapan, selalu berpuasa dan shalat di waktu malam ketika manusia sedang terlelap tidur”.(Shahiihul Jaami’ no.2119). 

b. Kemah-Kemah, Taman-Taman dan Tanah Surga

taman1 Dari Abu Musa al-Asy’ari radiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda: “Bagi orang mukmin di Surga ada sebuah kemah dari mutiara yang berlubang. Panjangnya enam puluh mil, di dalamnya orang-orang mukmin diberi isteri-isteri yang apabila ia menggilir mereka, masing-masing tidak melihat yang lainnya”. (Muttafaq ‘alaih).

c. Pohon di Surga

Dari Abu Sa’id al-Kuhudri radiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda : “Di Surga ada dua pohon yang apabila orang melintasinya dengan naik kuda yang terlatih dan cepat selama seratus tahun, niscaya tidak akan selesai melewatinya.” (Muttafaq ‘alaih).

Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu ia berkata, bahwa Rasulullah bersabda :

ﻣﺎ ﻓﻲﺍﻟْﺠﻨﺔِ ﺷﺠﺮَﺓٌ ﺇﻻَّ ﻮَﺳﺎ ﻗﻬﺎ ﻣﻦْ ﺬَﮪﺏ

“Tidak ada sebuah pohonpun di Surga, melainkan batangnya terbuat dari emas”. (Shahiihul Jaami’ no.5523).

d. Pasar di Surga

Dari Anas bin Malik radiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :” Di Surga ada sebuah pasar yang diadakn hanya pada hari jum’at. Maka keika itu angin berhembus dari utara kemudian menerpa wajah-wajah mereka hingga menjadikannya semakin indah, merekapun kembali kepada isteri-isteri mereka dalam keadaan yang semakin bagus dan tampan, maka isteri-isteri mereka berkata: ‘Demi Allah, kalian semakin bagus dan tampan setelah meninggalkan kami.’Mereka juga berkata: ‘Kalian juga semakin bagus dan cantik setekah kami tinggalkan”. (HR. Muslim).

e. Istana-Istananya

Dari Jabir bin ‘Abdullah radiyallahu ‘anhu, Nabi bersabda : “Aku masuk Surga, ternyata di sana ada sebuah istana dari emas, maka aku bertanya: ‘Milik siapa istana ini?’ mereka berkata: ‘Milik seorang pria Quraisy’. Aku mengira orang itu adalah diriku, maka aku bertanya: ‘Siapa dia?’ mereka menjawab: ‘Umar bin al-Khathab’. Ketika itu tidak ada yang menghalangiku untuk memasukinya, melainkan aku tahu rasa cemburumu. ‘Umar berkata: ‘Apakah pantas aku cemburu kepadamu, wahai Rasulullah?”. (Muttafaq ‘alaih).

f. Sungai-Sungainya

Dari Anas bin Malik radiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Nabi bersabda : “Aku masuk ke Surga, ternyata di sana ada sungai yang di pinggirnya ada kemah-kemah yang terbuat dari mutiara. Maka aku memukulkan tanganku ke air yang mengalir itu, ternyata airnya adalah minyak kesturi yang sangat harum, lalu akau bertanya : ‘Apa ini, Wahai Jibril?’ Jibril menjawab: ‘Ini adalh kautsar yang diberikan Allah kepadamu.” (Shahiihul Jaami’ no.3260).

10. Kenikmatan Penghuni Surga yang Paling Agung

Dari Shuhaib bin Sinan ia berkata, bahawa Rasulullah bersabda : “Bila penduduk Surga telah masuk Surga dan penduduk Neraka telah masuk Neraka, maka ada yang berseru : ‘Wahai penduduk Surga, sesungguhnya kalian memiliki janji di sisi Allah yang ingin Dia tunaikan kepada kalian’, maka mereka bertanya : ‘Apakah itu?’ bukankah Allah telah memberatkan timbangan amal kebaikan kami, memasukkan kami ke Surga dan menyelamatkan kami dari Neraka?’ Maka disingkaplah tirai, merekapun melihat kepada Allah. Demi Allah, Allah tidak pernah memberikan sesuatu yang paling mereka cintai dan yang paling menyejukkan pandangan mereka dai pada melihat-Nya.” (Shahiihul Jaami’ no.535_lihat juga Syarhul ‘Aqidah ath-Thahaawiyyah, hal.144 dan Mawaariduzh-Zham-aan “IV/131-136″).

11. Penduduk Surga yang Paling Rendah dan Paling Tinggi Derajatnya


Dari al-Mughirah bin Syu’bah ia berkata, bahwa Rasulullah bersabda : “Musa bertanya kepada Rabbnya : ‘Siapa penduduk Surga yang paling rendah tingkatannya?’ Allah menjawab : ‘Seseorang yang datang setelah seluruh penduduk Surga masuk ke Surga.’ Maka dikatakan kepadanya : ‘Masuklah ke dalam Surga.’ Orang itu berkata : ‘Bagaimana caranya,Wahai Rabbku? semuanya telah menempati tempatnya dan mengambil bagiannya’ maka dikatakan kepadanya : ‘Apakah kamu rela bila memiliki kerajaan seperti milik seorang raja di dunia?’ Orang itu menjawab : ‘Tentu..aku rela wahai Rabbku.’

Allah berkata kepadanya : ‘Inilah bagianmu dan yang semisalnya, semisalnya dan semisalnya lagi. Pada yang kelima kalinya dia berkata :‘Tentu..aku rela wahai Rabbku.’ Selanjutnya Allah berkata : ‘Ini adalh bagianmu dan sepuluh kali lipatnya. Bagimu pula segala apa yang diingini oleh jiwamu dan yang menyenangkan pandanganmu.’ Maka dia berkata : ‘Aku rela wahai Rabbku, siapa yang paling tinggi derajatnya?’ Mereka orang-orang yang aku pilih. Aku menanam kemuliaan mereka dengan tangan-Ku sendiri dan Aku tutup dengannya. Kenikmatan itu tidak pernah dilihat oleh mata, didengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia.” (HR. Muslim).
Back To Top