BAGAIMANA JIKA MASJID TERBUKTI TIDAK MENGHADAP KIBLAT?

BAGAIMANA JIKA MASJID TERBUKTI
TIDAK MENGHADAP KIBLAT?
 
Masalah ini sering menjaid pertanyaan dan polemik, gambaran masalahnya adalah sebagai berikut : Ada sebuah masjid yang sudah dibangun dan dipakai sholat, namun setelah dicek dengan alat modern sekarang ternyata dia menyimpang dari qiblat. Maka yang menjadi masalah dan pertanyaan: Apakah sholat mereka sah? Dan apakah harus dirubah masjidnya?!
Jawaban: Sebelumnya, perlu diketahui bahwa cara menghadap kiblat ada dua macam:
Pertama: Harus menghadap ka’bah itu sendiri, yakni  bagi orang yang sholat dekat dengan ka’bah.
Kedua: Harus menghadap arah ka’bah, yakni bagi orang yang jauh dari ka’bah atau dekat tapi tidak melihat ka’bah.1
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin رحمه الله menjawab masalah ini sebagai berikut:
Apabila menyimpang dari Kiblat tersebut sedikit yakni tidak mengeluarkan seorang dari arah kiblat maka tidak masalah, sekalipun lurus adalah lebih utama.
Adapun apabila penyimpangnnya dari kiblat sangat jauh sekali sehingga mengeluarkan seorang dari qiblat, seperti kalau arahnya ke selatan atau utara padahal qiblatnya di timur, maka tidak ragu lagi bahwa masjid perlu dirubah atau arahnya saja yang dirubah ke kiblat sedangkan arah masjid tetap.2
Demikianlah keterangan para ulama yang dapat kami kumpulkan. Hanya kepada Alloh عزّوجلّ kami memohon agar kita dianugerahi ilmu yang bermanfaat dan amal sholih. Walloh A’lam.[]



1.     Syarh Mumti’ 2/271 oleh Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin.
2.     Fatawa Ibnu Utsaimin 1/562.
Back To Top