Membandingkan Eksekusi Mati oleh Arab Saudi dan Iran

Membandingkan Eksekusi Mati oleh Arab Saudi dan Iran
Credit : 3alyoum.com
Membandingkan Eksekusi Mati oleh Arab Saudi dan Iran
Oleh : Aziz Rachman
Pekan pertama di tahun 2016, tepatnya Sabtu (2/1/2016), Pemerintah Arab Saudi mengeksekusi mati seorang tokoh Syiah bernama Nimr Al-Nimr. Eksekusi dilaksanakan berdasarkan keputusan Mahkamah Arab Saudi yang dikeluarkan pada bulan Oktober 2015.
Tak lama setelah eksekusi mati tersebut, pimpinan keagamaan di Iran, Ali Khamenei mengatakan bahwa perbuatan Arab Saudi tak ada bedanya dengan apa yang dilakukan oleh kelompok Islamic States in Iraq and Sham (ISIS). Menurutnya, pembunuhan yang Arab Saudi dan ISIS lakukan, pada hakikatnya adalah sama.
Masih menurut Iran, melalui juru bicara kemenlu Husain Jaber Anshari, Arab Saudi akan membayar mahal atas eksekusi yang dilakukan terhadap Al-Nimr. Tak lama setelahnya, warga Syiah yang ada di beberapa negara mulai turun ke jalan-jalan dan menyuarakan protes mereka.
Dimulai dari Teheran, Kedubes Arab Saudi bahkan mendapat serangan bahkan dibakar oleh massa. Atas pembakaran kedubes tersebut, Arab Saudi kemudian memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran.
Nimr Al-Nimr, merupakan salah seorang yang dieksekusi bersama dengan 46 orang lainnya. Al-Nimr yang tokoh syiah itu, dieksekusi bersama dengan puluhan terpidana lainnya, yang kebanyakan berasal dari militan ISIS.
Eksekusi yang dilakukan terhadap Al-Nimr merupakan buah dari putusan Mahkamah Arab Saudi pada Oktober 2015 silam. Keputusan iti diambil berdasarkan daftar kejahatan yang dilakukan oleh Al-Nimr. Apa sajakah kejahatannya?. Berikut infografisnya seperti dikutip dari alyoum, Ahad (3/1/2016).
1.Memimpin protes dan pembangkangan terhadap negara
2.Menghasut massa untuk mengangkat senjata
3.Menghasut massa untuk membunuh petugas keamanan
4.Menghasut massa untuk melakukan tindakan ekstremesme radikalisme
5.Memimpin perlawanan bersenjata terhadap negara
6.Tidak mau tunduk kepada negara
7.Berlaku buruk kepada para pimpinan negara
8.Mendukung sel-sel terorisme yang ada di Bahrain.
9.Dan masih ada beberapa lagi kejahatan yang dilakukan oleh Al-Nimr, seperti menyembunyikan buronan terorisme, penyerangan dan penjarahan toko, serta penargetan aparat keamanan Arab Saudi.
Beberapa kali Al-Nimr ditangkap dan ditahan. Misalnya pada tahun 2006 dan 2008. Pada tahun 2012, pemerintah menyatakan telah menangkap Al-Nimr setelah sempat terjadi baku tembak dan hendak melarikan diri.
Iran pun Mengeksekusi Warga Sunni
Ketika Arab Saudi melakukan eksekusi terhadap warga syiah, dalam hal ini Nimr Al-Nimr, mereka langsung menggonggong di media akan ketidak-adilan yang dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi. Khamenei, pimpinan keagamaan Iran bahkan menyamakan Arab Saudi dengan kelompok militan ISIS yang bermudah-mudahan dalam mengambil nyawa seseorang.
Padahal, menurut Amnesty International, jumlah eksekusi mati terbanyak di dunia justru ada di negara Iran. Mengutip laporan dari Alarabiya, Jumat (11/12/2015), Iran bahkan mengeksekusi mati dua orang pemuda yang masih berusia di bawah 18 tahun.
Sebagian yang dihukum mati didakwa karena berkaitan dengan narkotika. Sebagian lainnya merupakan para dai sunni, yang kebanyakan berasal dari wilayah Ahwaz, wilayah yang dihuni oleh etnis Arab di Iran.
Berikut beberapa nama dai sunni yang dieksekusi mati di Iran :
Pada 2009, Iran menghukum mati dua ulama sunni, Syaikh Khalilullah Az-Zara’i dan Syaikh Al-Hafidz Sholahuddin Syed.
Pada 27 Desember 2012, Syaikh Ashgar Ruhaimi, juga dieksekusi mati oleh Iran.
Abdul Malik Rigi, bersama dengan 15 warga sunni lainnya dieksekusi mati oleh pemerintah Iran pada 26 Oktober 2013. Sebelumnya mereka mendekam di penjara Zehdan.
Masih di tahun yang sama, saudara Abdul Malik Rigi, Habibullah Rigi juga dieksekusi mati.
Di tahun 2014, dua kakak beradik, Wahid Syah Bakhs (22 tahun) dan Mahmud Syah Bakhs (23 tahun) juga dieksekusi mati.
Terakhir, Syahram Amiri, dai sunni Iran juga diberikan hukuman mati setelah saudaranya, Bahram Amiri (lihat beritanya di : Dai Sunni Hendak Dieksekusi Mati di Iran, Ibunda : Biar Aku Saja Yang Mati dan Menggantikan Hukumannya )
Keseluruhannya, diberikan tuduhan sebagai orang-orang yang “memerangi Allah dan Rasul-Nya”. Sebuah tuduhan yang dipaksakan hanya karena berbeda paham dari mayoritas warga Iran lainnya.
Penutup
Seandainya akal ini adil untul berpikir, mata ini adil untul melihat, serta telinga ini adil untuk mendengar, maka kita akan bisa melihat negara mana yang adil dalam memberlakukan hukum, dan negara mana yang berlaku dzalim.
Back To Top