20 HADITS DHAIF DAN MAUDHU YANG POPULER DI KALANGAN MASYARAKAT

20 HADITS DHAIF DAN MAUDHU YANG POPULER DI KALANGAN MASYARAKAT
20 HADITS DHAIF DAN MAUDHU YANG POPULER DI KALANGAN MASYARAKAT
( PERINGATAN DARI MENYEBARKAN HADITS TANPA MENVERIFIKASI KESHAHIHANNYA)
PERTANYAAN : 
ﻫﻞ ﻳﺠﻮﺯ ﻧﺸﺮ ﺃﺣﺎﺩﻳﺚ النبيﷺ ﻓﻲ ﻭﺳﺎﺋﻞ ﺍﻻﺗﺼﺎﻝ ﺩﻭﻥ ﺍﻟﺘﺤﻘﻖ ﻣﻦ حكم ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ؟
Apakah diperkenankan menyebarkan hadits² Nabi Shallallahu alaihi wa sallam di media² komunikasi (seperti WA,TG,dll, pent) tanpa menverifikasi terlebih dahulu status hukum hadits tsb?
 Syaikh Shalih Fauzân al-Fauzân hafizhahullâhu menjawab : 
ﻻ ﻣﺎ ﻳﺠﻮﺯ، ما يجوز ﺃﻧﻚ ﺗﻨﺸﺮ ﺣﺪﻳﺚ ﺇﻻ ﻭﺗﺤﻘﻘﺖ ﻣﻦ ﺻﺤﺘﻪ أي ﺍﻟﺮﺟﻮﻉ ﺇﻟﻰ ﺩﻭﺍﻭﻳﻦ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻣﻌﺮﻓﺔ ﻣﻦ ﺭﻭﺍﻩ ﻣﻦ ﺍﻷﺋﻤﺔ، ﻭﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﺍﻟﺬﻱ ﻫﻮ ﻓﻴﻪ هل هو ﻣﻦ ﺍﻟﺼﺤﺎﺡ ﺃﻭ ﻣﻦ ﺩﻭﻥ ﺍﻟﺼﺤﺎﺡ ،ﻻﺯﻡ ﺗﺒﻴﻦ ﻫﺬﺍ ﻣﺎ ﺗﻐﺶ ﺍﻟﻨﺎﺱ .
Tidak, hal ini tidak diperbolehkan. 
Anda tidak diperkenankan menyebarkan hadits kecuali Anda telah mengecek keshahihannya Yaitu dengan merujuk kepada buku² kodifikasi hadits,
Mengetahui siapa para imam (ahli hadits) yang meriwayatkannya
Dan (mengetahui) buku yang hadits tsb ada di dalamnya, apakah termasuk buku² yang shahih ataukah tidak shahih.
Anda harus menjelaskan hal ini dulu agar orang tidak tertipu.
💽 SUMBER : http://alfawzan.af.org.sa/sites/default/files/28_6.mp3
📎 Melalui perantaraan Channel Kunûz al-Fawâ’id as-Salafiyah
✏ Abû Salma Muhammad (@abinyasalma)
Berikut adalah 20 hadits maudhu dan dhaif yang sering diucapkan oleh orang awam atau bahkan pula para penceramah dan khotib. Semoga kita diberi hidayah oleh Allah dan dijauhkan diri dari kebodohan.
1. Hadits :
الحديث في المسجد يأكل الحسنات كما تأكل البهائم الحشيش
“Bercakap-cakap di masjid itu memakan (menghilangkan) kebaikan sebagaimana hewan ternak memakan rerumputan”
Hadits tidak ada asalnya.
Lihat :Takhrijul Ihya (1/136), Thabaqot Asy-Syafi’iyyah karya As-Subki (4/145) dan Silsilah al-Ahadits ad-Dhaifah (1/4)
2. Hadits :
اعمل لدنياك كأنك تعيش أبداً واعمل لآخرتك كأنك تموت غداً
“Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan kamu akan hidup selamanya dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan-akan kamu mati esok hari ”
Hadits tidak shahih secara marfu’.
Lihat : Silsilah al-Ahadits ad-Dhaifah (1/8)
3. Hadits :
صنفان من أمتي إذا صلحا، صلح الناس : الأمراء والفقهاء
“Dua golongan dari umatku, apabila mereka baik maka baik pulalah seluruh manusia, yaitu para penguasa dan para ulama”
Hadits maudhu’ (palsu).
Lihat : Takhrijul Ihya (1/6) dan Silsilah al-Ahadits ad-Dhaifah (1/16)
4. Hadits :
توسلوا بجاهي فإن جاهي عند الله عظيم
“Bertawassullah dengan jahku (kedudukanku), karena sesungguhnya kedudukanku di sisi Allah sangat agung”
Hadits tidak ada asalnya
Lihat : Silsilah al-Ahadits ad-Dhaifah (1/22)
5. Hadits :
من نام بعد العصر فاختُلس عقله فلا يلومنَّ إلا نفسه
“Barangsiapa yang tidur setelah ashar kemudian akalnya hilang, maka janganlah ia menyalahkan kecuali dirinya sendiri”
Hadits Maudhu’.
Lihat : Al-Maudhu’at (3/69), Al-La’ali al-Mashnu’ah (2/279), dan Tartibul Maudhu’at (839)
6. Hadits :
من حج البيت ولم يزرني فقد جفاني
“Barangsiapa berhaji ke Baitullah dan tidak mengunjungiku, sungguh dia telah berlaku tidak sopan padaku”
Hadits maudhu’
Lihat : Tartibul Maudhu’at (600) dan Al-Fawaid al-Majmu’ah (326)
7. Hadits :
من حج فزار قبري بعد موتي كان كمن زارني في حياتي
“Barangsiapa berhaji lalu mengunjungi kuburanku setelah matiku, dia seperti mengunjungiku waktu hidupku”
Hadits dhaif.
Lihat : Qa’idah Jalilah (57), Silsilah al-Ahadits ad-Dhaifah (1/47)
8. Hadits :
اختلاف أمتي رحمة
“Perbedaan pada umatku adalah rahmat”
Hadits Maudhu’.
Lihat : Al-Asrar al-Marfu’ah (506) dan Silsilah al-Ahadits ad-Dhaifah (1/11)
9. Hadits :
من عَرَفَ نفسهُ فقد عرف ربَّه
“Barangsiapa mengenal dirinya, maka dia telah mengenal Tuhannya”
Hadits maudhu’.
Lihat : Tanzih Asy-Syariah (2/402) dan Tadzkiratul Maudhu’at (11)
10. Hadits :
الناس كلهم موتى إلا العالمون والعالمون كلهم هلكى إلا العاملون والعاملون كلهم غرقى إلا المخلصون والمخلصون على خطر عظيم
“Seluruh manusia adalah mati kecuali orang-orang yang berilmu, dan semua orang-orang yang berilmu adalah celaka kecuali orang-orang yang beramal, dan semua orang-orang yang beramal adalah tenggelam kecuali orang-orang yang ikhlas dan orang-orang yang ikhlas berada pada bahaya yang besar ”
Hadits Maudhu’
Lihat : Silsilah al-Ahadits ad-Dhaifah (1/76)
11. Hadits :
إن لكل شيء قلباً وإن قلب القرآن (يس) من قرأها فكأنما قرأ القرآن عشر مرات
“Segala sesuatu mempunyai hati (inti) dan sesungguhnya hati Alqur'an adalah surat Yaasiin, barangsiapa membacanya, maka bagaikan membaca Alqur'an sebanyak sepuluh kali”
Hadits maudhu’.
Lihat : Al-‘Ilal Li Ibni Abi Hatim (2/55) dan Silsilah al-Ahadits ad-Dhaifah (1/169)
12. Hadits :
فكرة ساعة خير من عبادة ستين سنة
“Berfikir sesaat lebih baik daripada beribadah selama enampuluh tahun”
Hadits maudhu’.
Lihat : Tanzih Asy-Syariah (2/305) dan Tartibul Maudhu’at (964)
13. Hadits
صوموا تصحوا
“Berpuasalah kalian, niscaya kalian sehat”
Hadits dhaif.
Lihat : Takhrijul Ihya (3/87) dan Tadzkiratul Maudhu’at (70)
14. Hadits :
لولاك ما خلقت الدنيا
“Kalau bukan karena kamu (Muhammad), tidaklah Aku menciptakan dunia”
Hadits maudhu’.
Lihat : Tartibul Maudhu’at (196) dan Silsilah al-Ahadits ad-Dhaifah (1/282)
15. Hadits :
من قرأ سورة الواقعة في كل ليلة لم تصبه فاقة أبداً
“Barangsiapa membaca surat Al-Waqi’ah pada tiap malam, maka tidak akan tertimpa kefakiran selamanya”
Hadits dhaif .
Lihat : Tanzih Asy-Syariah (1/301) dan Al-Fawaid al-Majmu’ah (972)
16. Hadits :
من تمسك بسنتي عند فساد أمتي فله أجر مئة شهيد
“Barangsiapa berpegang teguh dengan sunnahku pada waktu rusaknya umatku, maka baginya pahala seratus orang syahid”
Hadits dhaif jiddan .
Lihat : Silsilah al-Ahadits ad-Dhaifah (1/326)
17. Hadits :
أنا ابن الذبيحين
“Aku adalah anak dua orang yang (akan) disembelih”
Hadits tidak ada asalnya .
Lihat : Al-Maqasid al-Hasanah (141)
18. Hadits :
خير الأسماء ما عبِّد وما حمِّد
“Sebaik-baik nama adalah yang disisipkan Abd (=hamba) dan ada Hamd (pujian)nya”
Hadits maudhu’ .
Lihat : Al-Asrar al-Marfu’ah (192)
19. Hadits :
اطلبوا العلم ولو بالصين
“Tuntutlah ilmu walaupun di negeri China”
Hadits maudhu’ .
Lihat : Tartibul Maudhu’at (111) dan Al-Fawaid al-Majmu’ah (852)
20. Hadits :
شاوروهن - يعني النساء - وخالفوهن
“Bermusyawarahlah dengan mereka (yaitu para istri) dan selisihilah”
Hadits tidak ada asalnya.
Lihat : Tadzkiratul Maudhu’at (128) Al-Asrar al-Marfu’ah (240)
Wallahu A'lam
📝 (Abu Maryam Abdusshomad, dinukil dari tulisan Syaikh Ihsan bin Muhammad ‘Ayisy : Miatu Hadits Minal Ahadits ad-Dhaifah Wal Maudhu’ah di situs www.islamtoday.net)
Back To Top