Al Qur'an Surat An Naas (Manusia) Ayat 1-6 Makkiyah Juz 30

Al Qur'an Surat An Naas (Manusia) Ayat 1-6 Makkiyah Juz 30
Surat ke 114 terdiri dari 6 ayat (1-6), Di turunkan di Mekkah (Makkiyah), Berada di Zus 30.

Surat ini terdiri atas 6 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Al Falaq. Nama An Naas diambil dari An Naas yang berulang kali disebut dalam surat ini yang artinya manusia.
Al Qur'an Surat An Naas (Manusia) Ayat 1-6 Makkiyah Juz 30

Pokok-pokok isinya:
Perintah kepada manusia agar berlindung kepada Allah dari segala macam kejahatan yang datang ke dalam jiwa manusia dari jin dan manusia.


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Bismillahirrahmanirrahim"

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.


قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ

1. Qul a'uudzu birabbin-naas(i)
1. "Katakanlah: 'Aku berlindung kepada Rabb manusia'."– (QS. An Naas 114:1) 

مَلِكِ النَّاسِ

2. Malikin-naas(i)
2. "Raja manusia." – (QS. An Naas 114:2)

إِلَهِ النَّاسِ

3. Ilahin-naas(i)
3. "Sembahan manusia," – (QS. An Naas 114:3)

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ

4. Min syarril waswaasil khan-naas(i)
4. "dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi," – (QS. An Naas 114:4)

الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ

5. Al-ladzii yuwaswisu fii shuduurin-naas(i)
5. "yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia," – (QS. An Naas 114:5)

مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

6. Minal jinnati wan-naas(i)
6. "dari (golongan) jin dan manusia." – (QS. An Naas 114:6)


Sebab turunnya Al Qur'an Surat An Naas ayat 1-6 Makkiyah Juz 30

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Rasulullah saw. pernah sakit yang agak parah, sehingga datanglah kepadanya dua malaikat, yang satu duduk di sebelah kepalanya dan yang satu lagi duduk di sebelah kakinya. Berkatalah malaikat yang berada di sebelah kakinya kepada malaikat yang berada di sebelah kepalanya: "Apa yang engkau lihat?" Ia berkata: "Dia kena guna-guna." "Apa guna-guna itu?" "Guna-guna itu sihir." "Siapa yang membuat sihirnya?" Ia menjawab: "Labid bin al-A’syam Alyahudi yang sihirnya berupa gulungan yang disimpan di sumur keluarga Si Anu di bawah sebuah batu besar. Datanglah ke sumur itu, timbalah airnya dan angkat batunya kemudian ambillah gulungannya dan bakarlah." Pada pagi hari Rasulullah saw. Mengutus Ammar bin Yasir dengan kawan-kawannya. Setibanya di sumur itu tampaklah airnya yang merah seperti pacar. Air itu ditimbanya dan diangkat batunya serta dikeluarkan gulungan itu ada tali yang terdiri atas sebelas simpul. Kedua surat ini (S.113 dan 114) turun berkenaan dengan peristiwa itu. Setiap kali Rasulullah saw. mengucapkan satu ayat terbukalah simpulnya.
(Diriwayatkan oleh al-Baihaqi di dalam kitab Halaílun Nubuwah dari al-Kalbi dari Abi Shalih yang bersumber dari Ibnu Abbas.)

Keterangan:
Dalam kitab Bukhari terdapat syahid (penguat hadits) yang ceritanya seperti itu, tapi tidak menyebutkan sebab turunnya dua surat itu. Dalam riwayat lain ada syahid yang ceritanya seperti itu dan menyebutkan sebab turunnya kedua surat itu.

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum Yahudi membuatkan makanan bagi Rasulullah saw. Setelah makan makanan itu tiba-tiba Rasulullah sakit keras sehingga shahabat-shahabatnya mengira bahwa penyakit itu timbul dari perbuatan yahudi itu. Maka turunlah Jibril membawa surat ini (S. 113 dan 114) dan membacakan ta’udz. Seketika itu juga Rasulullah keluar menemui shahabat-shahabatnya dalam keadaan sehat wal ‘afiat.
(Diriwayatkan oleh Abu Na’im dalam kitab al-Dalaildari Abu Jafar ar-Razi dari ar-Rabi bin Anas yang bersumber dari Anas bin Malik.)




Imam al-Baihaqi m eriwayatkan dalam kitab Dalaa'il an-Nubuwwah dari al -Kalbi dari Abu Shaleh dari Ibnu Abbas yang berkata, "Suatu ketika, Rasulullah menderita sakit parah. Dua malaikat lantas mendatangi beliau. yang satu duduk di arah kepala sementara yang satu lagi di arah kaki. Malaikat yang berada di sebelah kaki lalu bertanya kepada yang di sebelah kepala, 'Apa yang terjadi kepadanya?' Malaikat yang di sebelah kepala menjawab, 'Disihir orang' Malaikat yang di sebelah kaki bertanya lagi, 'Siapa yang menyihir?' Dijawab, 'Labid ibnul-A 'sham,seorang Yahudi.' Malaikat itu bertanya lagi ''Di mana diletakkan (sihirnya itu)?' Dijawab, 'Di sebuah sumur milik si Fulan, di bawah batu. Oleh sebab itu, hendaklah Muhammad pergi ke sumur itu kemudian keringkan airrnya lalu angkat batunya. Setelah itu ambillah kotak yang ada di bawahnya dan bakarlah'

Pada pagi harinya Rasulullah mengutus Ammar bin Yasir serta beberapa sahabat untuk pergi ke sumur tersebut ketika sampai, mereka melihat airnya berwarna merah kecoklatan seperti air pacar/inai. Lantas mereka menimba airnya, mengangkat batunya, mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalamnya lalu membakarnya. ternyata di dalamnya terdapat seutas tali yang memiliki sebelas simpul. Selanjutnya Allah menurunkan kedua surah ini. Setiap kali Rasulullah membaca satu ayat, maka terurailah satu simpul."

Riwayat yang hampir sama dengan di atas, terdapat di dalam shahih Bukhari dan shahih Muslim. namun tanpa menyebut turunnya kedua surah. (lihat Shahih Bukhari kitab Ath-Thibb, hadits no 5766; kitab Shahih Muslim kitab As-Salaam, hadits no 2189)
Akan tetapi terdapat riwayat serupa yang disertai penyebutan turunnya kedua surah.
Abu Nu'aim meriwayatkan dalam kitab ad-Dalaa'il dari jalur Abu Ja'far ar-Razi dari Rabi' bin Anas dari Anas bin Malik yang berkata, "Seorang laki-laki Yahudi membuatkan sesuatu terhadap Rasulullah sehingga beliau menderita sakit parah. Tatkala para sahabat menjenguk, mereka meyakini bahwa Rasulullah telah terkena sihir, Malaikat Jibril kemudian turun membawa al-rnu'awwidzatain (surah al-Falaq dan an-Naas) untuk mengobatinya. Akhirnya, Rasulullah pun kembali sehat."

Penutup

Al Quran dimulai dengan surat Al Faatihah yang diantara isinya ialah agar manusia memohon hidayat ke jalan yang lurus dan memohon pertolongan dari Allah s.w.t. dan diakhiri dengan surat An Naas yang menganjurkan agar manusia memohon perlindungan kepada Allah dari segala kejahatan.
Back To Top