Al Qur'an Surat Al Ikhlas ayat 1-4 Makkiyah Juz 30

Bacaan Al Qur'an Surat Al Ikhlas (Memurnikan KeEsaan Allah) ayat 1-4 Makkiyah Juz 30

Surat ke 112 terdiri dari 4 ayat (1-4), Di turunkan di Mekkah (Makkiyah), Berada di Juz 30.
Al Qur'an Surat Al Ikhlas ayat 1-4 Makkiyah Juz 30

Surat ini terdiri atas 4 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah sesudah surat An Naas. Dinamakan Al Ikhlas karena surat ini sepenuhnya menegaskan kemurnian keesaan Allah s.w.t.

Pokok-pokok isinya:
Penegasan tentang kemurnian keesaan Allah s.w.t. dan menolak segala macam kemusyrikan dan menerangkan bahwa tidak ada sesuatu yang menyamai-Nya.




بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Bismillahirrahmanirrahim"

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.




قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
1. Qul huwallahu ahad(un)
1. "Katakanlah: 'Dialah Allah, Yang Maha Esa'." – (QS. Al Ikhlas 112:1)



اللَّهُ الصَّمَدُ

2. Allahush-shamad(u)
2. "Allah adalah Ilah yang bergantung kepada-Nya, segala urusan." – (QS. Al Ikhlas 112:2)


لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

3. Lam yalid walam yuulad
3. "Dia tidak beranak, dan tiada pula diperanakkan," – (QS. Al Ikhlas 112:3)

وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

4. Walam yakul(n) lahu kufuwan ahad(un)
4. "dan tidak ada seorang (sesuatu)pun, yang setara dengan Dia." – (QS. Al Ikhlas 112:4)


Sebab turunnya Al Qur'an Surat Al Ikhlas  ayat 1-4 Makkiyah Juz 30

sifat-sifat Allah kepada Rasulullah saw. dengan berkata: "Jelaskan kepada kami sifat-sifat Tuhanmu." Ayat ini (S. 112:1-4) turun berkenaan dengan peristiwa itu sebagai tuntunan untuk menjawab permintaan kaum musyrikin.
(Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, al-Hakim dan Ibnu Khuzaimah dari Abi Aliyah yang bersumber dari Ubay bin Ka'ab. Diriwayatkan pula oleh at-Thabarani dan Ibnu jarir yang bersumber dari Jabir bin Abdillah dan dijadikan dalil bahwa surat ini Makkiyah.)

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum Yahudi menghadap kepada Nabi saw. dan diantaranya Ka'bubnul 'asyraf dan Hay bin Akhtab. Mereka berkata: "Hai Muhammad, lukiskan sifat-sifat Tuhan yang mengutusmu." Ayat ini (S.112:1-4) turun berkenaan dengan peristiwa itu.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Abbas. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Qatadah dan Ibnu Mundzir yang bersumber dari Sa'id bin Jubair. Dengan riwayat ini Sa'id bin Jubair menegaskan bahwa surat ini Madaniyyah.)

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum Ahzab(Persekutuan antara kamu Quraisy, Yahudi Madinah, kaum Goththafan dari Thaif dan munafiqin Madinah dan beberapa suku sekeliling Makkah) berkata: "Lukiskan sifat Tuhanmu kepada kami." Maka datanglah Jibril menyampaikan surat ini (S.112:1-4) yang melukiskan sifat-sifat Allah.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Abil 'Aliyah yang bersumber dari Qatadah.)

Keterangan:
Menurut as-Suyuthi kata "al-Musyrikin" dalam hadits yang bersumber dari Ubay bin Ka'ab ialah musyrikin dari kaum Ahzab, sehingga surat ini dapat dipastikan Madaniyyah sesuai dengan hadits Ibnu Abbas. Dengan demikian, tidak ada pertentangan antara dua hadits tersebut di atas dan diperkuat pula oleh riwayat Abus Syaikh di dalam kitabul Adhamah dari Aban yang bersumber dari Anas yang meriwayatkan bahwa Yahudi Khaibar menghadap kepada Nabi saw. dan berkata: "Hai Abal Qasim! Allah menjadikan malaikat dari cahaya hijab, Adam dari tanah hitam, Iblis dari api yang menjulang, langit dari asap, dan bumi dari buih air. Cobalah terangkan kepada kami tentang Tuhanmu." Rasulullah saw tidak menjawab, sehingga turunlah Jibril membawa wahyu surat ini (S.112:1-4) yang melukiskan sifat Allah. 



Penutup

Surat Al Ikhlas ini menegaskan kemurnian keesaan Allah s.w.t.

HUBUNGAN SURAT AL IKHLAS DENGAN SURAT AL FALAQ

Surat Al Ikhlas menegaskan kemurnian Allah s.w.t. sedang surat Al Falaq memerintahkan agar semata-mata kepada-Nya-lah orang memohon perlindungan dari segala macam kejahatan.
Back To Top