Al Qur'an Surat Al Falaq (Waktu Subuh) Ayat 1-5 Makkiyah Juz 30

Al Qur'an Surat Al Falaq (Waktu Subuh) Ayat 1-5 Makkiyah Juz 30
Surat ke 113 terdiri dari 6 ayat (1-6), Di turunkan di Mekkah (Makkiyah), Berada di Zus 30.
Al Qur'an Surat Al Falaq (Waktu Subuh) Ayat 1-5 Makkiyah Juz 30

Surat ini terdiri atas 5 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Al Fiil. Nama Al Falaq diambil dari kata Al Falaq yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya waktu subuh. Diriwayatkan oleh Abu Daud, At Tirmizi dan An Nasa-i dari 'Uqbah bin 'Aamir bahwa Rasulullah s.a.w. bersembahyang dengan membaca surat Al Falaq dan surat An Naas dalam perjalanan.

Pokok-pokok isinya:
Perintah agar kita berlindung kepada Allah s.w.t. dari segala macam kejahatan.



بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Bismillahirrahmanirrahim"

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.



قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ

1. Qul a'uudzu birabbil falaq(i)
1. "Katakanlah: 'Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai subuh," – (QS. Al Falaq 113:1)

مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

2. Min syarri maa khalaq(a)
2. "dari kejahatan makhluk-Nya," – (QS. Al Falaq 113:2)

وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ

3. Wamin syarri ghaasiqin idzaa waqab(a)
3. "dan dari kejahatan malam, apabila telah gelap gulita," – (QS. Al Falaq 113:3)

وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ

4. Wamin syarrin-naffaatsaati fiil 'uqad(i)
4. "dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir, yang menghembus pada buhul-buhul," – (QS. Al Falaq 113:4)

وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

5. Wamin syarri haasidin idzaa hasad(a)
5. "dan dari kejahatan orang yang dengki, apabila ia dengki'." – (QS. Al Falaq 113:5)


Sebab turunnya Al Qur'an Surat An Naas ayat 1-6 Makkiyah Juz 30

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Rasulullah saw. pernah sakit yang agak parah, sehingga datanglah kepadanya dua malaikat, yang satu duduk di sebelah kepalanya dan yang satu lagi duduk di sebelah kakinya. Berkatalah malaikat yang berada di sebelah kakinya kepada malaikat yang berada di sebelah kepalanya: "Apa yang engkau lihat?" Ia berkata: "Dia kena guna-guna." "Apa guna-guna itu?" "Guna-guna itu sihir." "Siapa yang membuat sihirnya?" Ia menjawab: "Labid bin al-A’syam Alyahudi yang sihirnya berupa gulungan yang disimpan di sumur keluarga Si Anu di bawah sebuah batu besar. Datanglah ke sumur itu, timbalah airnya dan angkat batunya kemudian ambillah gulungannya dan bakarlah." Pada pagi hari Rasulullah saw. Mengutus Ammar bin Yasir dengan kawan-kawannya. Setibanya di sumur itu tampaklah airnya yang merah seperti pacar. Air itu ditimbanya dan diangkat batunya serta dikeluarkan gulungan itu ada tali yang terdiri atas sebelas simpul. Kedua surat ini (S.113 dan 114) turun berkenaan dengan peristiwa itu. Setiap kali Rasulullah saw. mengucapkan satu ayat terbukalah simpulnya. 
(Diriwayatkan oleh al-Baihaqi di dalam kitab Halaílun Nubuwah dari al-Kalbi dari Abi Shalih yang bersumber dari Ibnu Abbas.) 

Keterangan: 
Dalam kitab Bukhari terdapat syahid (penguat hadits) yang ceritanya seperti itu, tapi tidak menyebutkan sebab turunnya dua surat itu. Dalam riwayat lain ada syahid yang ceritanya seperti itu dan menyebutkan sebab turunnya kedua surat itu. 

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum Yahudi membuatkan makanan bagi Rasulullah saw. Setelah makan makanan itu tiba-tiba Rasulullah sakit keras sehingga shahabat-shahabatnya mengira bahwa penyakit itu timbul dari perbuatan yahudi itu. Maka turunlah Jibril membawa surat ini (S. 113 dan 114) dan membacakan ta’udz. Seketika itu juga Rasulullah keluar menemui shahabat-shahabatnya dalam keadaan sehat wal ‘afiat.
(Diriwayatkan oleh Abu Na’im dalam kitab al-Dalaildari Abu Jafar ar-Razi dari ar-Rabi bin Anas yang bersumber dari Anas bin Malik.)




Imam al-Baihaqi m eriwayatkan dalam kitab Dalaa'il an-Nubuwwah dari al -Kalbi dari Abu Shaleh dari Ibnu Abbas yang berkata, "Suatu ketika, Rasulullah menderita sakit parah. Dua malaikat lantas mendatangi beliau. yang satu duduk di arah kepala sementara yang satu lagi di arah kaki. Malaikat yang berada di sebelah kaki lalu bertanya kepada yang di sebelah kepala, 'Apa yang terjadi kepadanya?' Malaikat yang di sebelah kepala menjawab, 'Disihir orang' Malaikat yang di sebelah kaki bertanya lagi, 'Siapa yang menyihir?' Dijawab, 'Labid ibnul-A 'sham,seorang Yahudi.' Malaikat itu bertanya lagi ''Di mana diletakkan (sihirnya itu)?' Dijawab, 'Di sebuah sumur milik si Fulan, di bawah batu. Oleh sebab itu, hendaklah Muhammad pergi ke sumur itu kemudian keringkan airrnya lalu angkat batunya. Setelah itu ambillah kotak yang ada di bawahnya dan bakarlah'

Pada pagi harinya Rasulullah mengutus Ammar bin Yasir serta beberapa sahabat untuk pergi ke sumur tersebut ketika sampai, mereka melihat airnya berwarna merah kecoklatan seperti air pacar/inai. Lantas mereka menimba airnya, mengangkat batunya, mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalamnya lalu membakarnya. ternyata di dalamnya terdapat seutas tali yang memiliki sebelas simpul. Selanjutnya Allah menurunkan kedua surah ini. Setiap kali Rasulullah membaca satu ayat, maka terurailah satu simpul."

Riwayat yang hampir sama dengan di atas, terdapat di dalam shahih Bukhari dan shahih Muslim. namun tanpa menyebut turunnya kedua surah. (lihat Shahih Bukhari kitab Ath-Thibb, hadits no 5766; kitab Shahih Muslim kitab As-Salaam, hadits no 2189)
Akan tetapi terdapat riwayat serupa yang disertai penyebutan turunnya kedua surah.
Abu Nu'aim meriwayatkan dalam kitab ad-Dalaa'il dari jalur Abu Ja'far ar-Razi dari Rabi' bin Anas dari Anas bin Malik yang berkata, "Seorang laki-laki Yahudi membuatkan sesuatu terhadap Rasulullah sehingga beliau menderita sakit parah. Tatkala para sahabat menjenguk, mereka meyakini bahwa Rasulullah telah terkena sihir, Malaikat Jibril kemudian turun membawa al-rnu'awwidzatain (surah al-Falaq dan an-Naas) untuk mengobatinya. Akhirnya, Rasulullah pun kembali sehat."


Penutup

Surat Al Falaq memerintahkan kepada orang-orang yang beriman untuk memohon perlindungan kepada Allah s.w.t. dari segala kejahatan.

HUBUNGAN SURAT AL FALAQ DENGAN SURAT AN NAAS

1. Kedua-duanya sama-sama mengajarkan kepada manusia, hanya kepada Allah-lah menyerahkan perlindungan diri dari segala kejahatan.
2. Surat Al Falaq memerintahkan untuk memohon perlindungan dari segala bentuk kejahatan, sedang surat An Naas memerintahkan untuk memohon perlindungan dari jin dan manusia.
Back To Top