Sarana Mencari Ilmu

Sarana Mencari Ilmu
Sarana Mencari Ilmu
Ada 3 sarana pokok dalam mencari ilmu sebagaimana yang disebutkan dalam Al Qur'an, yaitu:
1. As-Sam'u(pendengaran), merupakan asas ilmu dan digunakan baik pada masa penurunan wahyu, penyampaiannya kepada para Sahabat Nabi maupun kepada kita sekarang.
2. Al-Bashar(penglihatan), adalah asas ilmu yang sangat dibutuhkan untuk mengamati sesuatu dan mencobanya.
3. Al-Fuad(hati), adalah asas 'aqil(akal) yang harus dimiliki oleh setiap penuntut ilmu.

Allah berfirman dalam Al-Qur'an:
وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالأبْصَارَ وَالأفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
"Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu, dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur." – (QS. An-Nahl 16:78)

Manusia dilahirkan dalam keadaan tidak mengetahui ilmu apapun. Ilmu yang diperbolehkan hanya dengan belajar dan belajar menggunakan sarana yang telah dikaruniakan Allah kepadanya. Karunia ini berupa pendengaran, penglihatan dan hati yang berfungsi sebagai jendela untuk melihat, mendengar dan merasakan alam sekitarnya. Maka, barangsiapa yang telah kehilangan ketiga sarana ini atau kehilangan mata dan pendengarannya, maka mereka tidak terkana beban untuk menuntut ilmu, termasuk juga beban-beban syari'at lainnya.

Al-Qur'an juga memberi nasehat dan menerangkan tentang pertanggung-jawaban ketiga komponen ini jika ketiganya tidak dipergunakan sebagaimana mestinya. Allah Berfirman:
وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا
"Dan janganlah kamu mengikuti, apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya; sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung-jawaban-nya." – (QS. Al-Isra 17:36)
Back To Top