Kisah "Indahnya bacaan Al-Quran hingga membuat pemabuk yang suka menyanyi menangis"

Kisah "Indahnya bacaan Al-Quran hingga membuat pemabuk yang suka menyanyi menangis"
 "Indahnya bacaan Al-Quran hingga membuat pemabuk yang suka menyanyi menangis"

Nyanyian VS Bacaan Al-Qur'an
Kisah Hidayah seorang Pemabuk Menggugah Hati.

Abu Hasyim Al-Mudzakkir bercerita;
Suatu kali aku hendek pergi ke Bashrah. 
Di kapal yang aku tumpangi, disana ada seorang laki-laki bersama budak wanitanya. 
Laki-laki itu berkata, "sudah tidak ada tempat!" Lalu budak wanita itu meminta kepada tuannya agar sudi membawaku turut serta, maka akupun diperbolehkan menumpang. 
Ketika kapal telah berlayar, laki-laki itu mengundang makan sembari berkata, "Ajaklah orang miskin itu turun supaya bisa ikut makan". Maka akupun turun dan turut makan. 
Selepas makan, laki-laki itu berkata, "Pelayan! Bawa kemari minuman untukku!" ia pun minum lalu memerintahkan pelayan tersebut untuk memberiku minum. Lalu aku berkata, "Semoga Allah merahmati anda, sesungguhnya tamu memiliki hak!" Saya tidak meminumnya karena tahu, karena yang disuguhkan itu arak(Khomar). 
Selanjutnya laki-laki itu berkata, "Pelayan! Ambil gitar dan bernyanyilah!" Pelayan itu mengambil alat musik dan kemudian mendendangkan nyanyian. Ku lihat laki-laki itu menikmati nyanyian itu. Lalu dia menoleh kepada ku dan berkata, "Apakah kamu punya lagu seindah ini?" Lalu aku menjawab, "Ya, saya hafal sesuatu yang lebih indah dan lebih bagus dari itu!" Akupun membaca Firman Allah,

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ
وَإِذَا النُّجُومُ انْكَدَرَتْ
وَإِذَا الْجِبَالُ سُيِّرَتْ
Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang
Apabila Matahari digulung
Dan apabila Bintang-bintang berjatuhan
Dan apabila Gunung-gunung dihancurkan (QS. At-Takwir 81:1-3)

Kulihat laki-laki itu menangis tersedu-sedu, hingga ketika bacaanku sampai ayat,
وَإِذَا الصُّحُفُ نُشِرَتْ 
Dan apabila catatan-catatan (amal perbuatan manusia) dibuka (QS. At-Takwir 81:10)

Laki-laki itu berkata, "Wahai pelayan, mulai sekarang kamu saya bebaskan karena Allah Ta'ala". Dia membuang Arak dan memecahkan gitarnya, dia mendekati diriku dan memelukku dan berkata, "Wahai saudaraku, apakah menurutmu Allah masih menerima taubatku?" Aku menjawab, "Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang mensucikan diri".

Abu Hasyim melanjutkan, "Kemudian aku tidak bertemu dengannya selama dua puluh tahun hingga kudengar dia sudah meninggal. Aku pernah memimpikannya dan bertanya kepadanya, "Kemana anda berjalan?" Dia menjawab, "Menuju Jannah!" Aku bertanya, "Dengan sebab apa?" Dia menjawab, "Karena bacaan Al-Qur'an mu kepada ku.

وَإِذَا الصُّحُفُ نُشِرَتْ 
Dan apabila catatan-catatan (amal perbuatan manusia) dibuka (QS. At-Takwir 81:10)

Allahu Akbar! Betapa sering kita membaca dan mendengarkan ayat ini, namun tidak juga berhenti dari dosa dan kesalahan, Wallahul musta'an.

(Sumber: At-Tawwabiin, Ibnu Qadamah Al-Maqdisy)
Back To Top