Bagaimana Sikap orang Musyrik terhadap bukti nyata dari Allah?

Bagaimana Sikap orang Musyrik terhadap bukti nyata dari Allah?
Bagaimana Sikap orang-orang musyrik terhadap bukti-bukti nyata dari Allah?
1. Mereka membantah kebenaran dengan kebathilan. Dalilnya QS. Al-Mukmin 40:5.


كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ وَالأحْزَابُ مِنْ بَعْدِهِمْ وَهَمَّتْ كُلُّ أُمَّةٍ بِرَسُولِهِمْ لِيَأْخُذُوهُ وَجَادَلُوا بِالْبَاطِلِ لِيُدْحِضُوا بِهِ الْحَقَّ فَأَخَذْتُهُمْ فَكَيْفَ كَانَ عِقَابِ
"Sebelum mereka, kaum Nuh dan golongan-golongan yang bersekutu, sesudah mereka, telah mendustakan (rasul), dan tiap-tiap umat telah merencanakan makar terhadap rasul mereka, untuk menawannya, dan mereka membantah dengan (alasan) yang batil, untuk melenyapkan kebenaran dengan yang batil itu; karena itu Aku azab mereka. Maka betapa (pedihnya) azab-Ku." – (QS.40:5)

2. Mereka membangkang dan bersikap sombong. Dalilnya QS. Al-Muddatstsir 74:16-25 dan QS. Al-Mukmin 40:56.

Sekali-kali tidak, karena sesungguhnya dia menentang ayat-ayat Kami(Al-Qur'an). Aku akan membebaninya mendaki pendakian yang memayahkan. Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya), maka celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan?, Kemudian celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan?, Kemudian dia memikirkan, Kemudian dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri, lalu dia berkata: "Al-Qur'an) ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang terdalulu), ini tidak lain hanyalah perkataan manusia". (QS. Al-Muddatstsir 47:16-25)
إِنَّ الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي آيَاتِ اللَّهِ بِغَيْرِ سُلْطَانٍ أَتَاهُمْ إِنْ فِي صُدُورِهِمْ إِلا كِبْرٌ مَا هُمْ بِبَالِغِيهِ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
"Sesungguhnya, orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah, tanpa alasan yang sampai kepada mereka, tidak ada dalam dada mereka, melainkan hanyalah (keinginan akan) kebesaran, yang mereka sekali-kali tiada akan mencapainya, maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, lagi Maha Melihat." – (QS.40:56)

3. Menolak kebenaran setelah nyata tanda-tandanya. Dalilnya QS. An-Naml 27:14.


وَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنْفُسُهُمْ ظُلْمًا وَعُلُوًّا فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ
"Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan, padahal hati mereka menyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan." – (QS.27:14)

4. Berpaling dari kebenaran. Dalilnya QS. Al-Qamar 54:2.


وَإِنْ يَرَوْا آيَةً يُعْرِضُوا وَيَقُولُوا سِحْرٌ مُسْتَمِرٌّ
"Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda (mu'jizat), mereka berpaling dan berkata: '(Ini adalah) sihir yang terus-menerus'." – (QS.54:2)

5. Selalu menghina dan mengejek kebenaran. Dalilnya QS. Al-Jatsiyah 45:9.


وَإِذَا عَلِمَ مِنْ آيَاتِنَا شَيْئًا اتَّخَذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ
"Dan apabila dia mengetahui barang sedikit tentang ayat-ayat Kami, maka ayat-ayat itu dijadikan olok-olok(ejekan). Merekalah yang memperoleh azab yang menghinakan." – (QS.45:9)

6. Mereka akan mengerahkan kekuatannya dalam melawan kebenaran. Dalilnya QS. Al-Mu'min 40:25.


فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْحَقِّ مِنْ عِنْدِنَا قَالُوا اقْتُلُوا أَبْنَاءَ الَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ وَاسْتَحْيُوا نِسَاءَهُمْ وَمَا كَيْدُ الْكَافِرِينَ إِلا فِي ضَلالٍ
"Maka tatkala Musa datang kepada mereka, (dengan) membawa kebenaran dari sisi Kami, mereka berkata: 'Bunuhlah anak-anak orang-orang yang beriman, bersama dengan dia, dan biarkanlah hidup wanita-wanita mereka'. Dan tipu-daya orang-orang kafir itu, tidak lain hanyalah sia-sia (belaka)." – (QS.40:25)

7. Menuduh para Nabi dan penyeru kebenaran sebagai tukang sihir. Dalilnya Thaha 20:63.


قَالُوا إِنْ هَذَانِ لَسَاحِرَانِ يُرِيدَانِ أَنْ يُخْرِجَاكُمْ مِنْ أَرْضِكُمْ بِسِحْرِهِمَا وَيَذْهَبَا بِطَرِيقَتِكُمُ الْمُثْلَى
"Mereka berkata: 'Sesungguhnya dua orang ini adalah benar-benar ahli sihir, yang hendak mengusir kamu (Fir'aun) dari negeri kamu, dengan sihirnya, dan hendak melenyapkan kedudukan kamu yang utama (tinggi)." – (QS.20:63)

Setelah Al-Qur'an memberikan kesaksian tentang buruk dan busuknya metode berfikir masyarakat jahiliyah musyrikin, kemudian Al-Qur'an memberi ganti segala kejahilan itu dengan menetapkan kaidah-kaidah dasar di dalam berfikir dan beristidlal. Hal itu dimaksudkan bahwa petunjuk itu terbangun di atas dasar ilmu yang kuat.
Back To Top