"MasyaAllah" Inilah Hikmah diwajibkannya Puasa di Bulan Ramadhan

Ghuroba"MasyaAllah" Inilah Hikmah diwajibkannya Puasa di Bulan Ramadhan
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
السلام عليكم 
Bulan Ramadhan merupakan Bulan yang Penuh Hikmah, berkah dan merupakan Bulan diturunkannya Al Qur'an kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم  melalui Malaikat Jibril As.

  • Sesungguhnya diantara Nama-nama Allah Ta'ala dari Asmaul husna ialah Al Hakim (Maha Bijaksana). Dasar dari kata Al Hakim ialah Al Hukmu dan Al Hikmah. Oleh sebab itu hanya milik Allah Hukumnya dan Hukum yang di syariatkan berisi Hikmah, bermanfaat dan sempurna.
  • Setiap sesuatu yang di wajibkan oleh Allah SubhanaHu wa Ta'ala pasti mengandung hikmah dan manfaat untuk Hambanya baik untuk kehidupan dunia maupun kehidupan Akhirat Kelak.
"MasyaAllah" Inilah Hikmah diwajibkannya Puasa di Bulan Ramadhan

Sebagaimana Firman Allah Ta'ala

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. al-Baqarah: 183)

Sabda Rosullullah صلى الله عليه وسلم 
No. Hadist: 1758 Al Bukhari
حَدَّثَنَاقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَاإِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْأَبِي سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْطَلْحَةَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِأَنَّ أَعْرَابِيًّا جَاءَ إِلَى رَسُولِاللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِوَسَلَّمَ ثَائِرَ الرَّأْسِ فَقَالَيَا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنِيمَاذَا فَرَضَ اللَّهُ عَلَيَّمِنْ الصَّلَاةِ فَقَالَ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسَإِلَّا أَنْ تَطَّوَّعَ شَيْئًافَقَالَ أَخْبِرْنِي مَا فَرَضَ اللَّهُعَلَيَّ مِنْ الصِّيَامِ فَقَالَشَهْرَ رَمَضَانَ إِلَّا أَنْ تَطَّوَّعَشَيْئًا فَقَالَ أَخْبِرْنِي بِمَافَرَضَ اللَّهُ عَلَيَّ مِنْالزَّكَاةِ فَقَالَ فَأَخْبَرَهُ رَسُولُاللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِوَسَلَّمَ شَرَائِعَ الْإِسْلَامِ قَالَ وَالَّذِي أَكْرَمَكَلَا أَتَطَوَّعُ شَيْئًا وَلَا أَنْقُصُمِمَّا فَرَضَ اللَّهُ عَلَيَّشَيْئًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَأَفْلَحَ إِنْ صَدَقَ أَوْدَخَلَ الْجَنَّةَ إِنْ صَدَقَ
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id telah menceritakan kepada saya Isma'il bin Ja'far dari Abu Suhail dari Bapaknya dari Tholhah bin 'Ubaidullah; Ada seorang 'Arab Baduy datang kepada Rasululloh shallallahu 'alaihi wasallam dalam keadaan kepalanya penuh debu lalu berkata; "Wahai Rasulullah, kabarkan kepadaku apa yang telah Allah wajibkan buatku tentang shalat?". Maka Beliau shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Shalat lima kali kecuali bila kamu mau menambah dengan yang tathowwu' (sunnat) ". Orang itu bertanya lagi: "Lalu kabarkan kepadaku apa yang telah Allah wajibkan buatku tentang shaum (puasa)?". Maka Beliau shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Shaum di bulan Ramadhan kecuali bila kamu mau menambah dengan yang tathowwu' (sunnat) "."Dan shiyam (puasa) Ramadhan". Orang itu bertanya lagi: "Lalu kabarkan kepadaku apa yang telah Allah wajibkan buatku tentang zakat?". Berkata, Tholhah bin 'Ubaidullah radliallahu 'anhu: Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan kepada orang itu tentang syari-at-syari'at Islam. Kemudian orang itu berkata: "Demi Dzat yang telah memuliakan anda, Aku tidak akan mengerjakan yang sunnah sekalipun, namun aku pun tidak akan mengurangi satupun dari apa yang telah Allah wajibkan buatku". Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Dia akan beruntung jika jujur menepatinya atau dia akan masuk surga jika jujur menepatinya ".
Oleh sebab itu Puasa merupakan salah satu ibadah untuk mencapai Ketakwaan. Takwa adalah Menjalankan Perintah Allah Ta'ala dan menjauhi segala larangannya sesuai tuntunan dari Al Qur'an dan As Sunnah.
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta, selalu mengerjakannya dan tidak meninggalkan kebodohan, maka Allah tidak akan memberikan pahala atas puasanya.” (HR. al-Bukhari)
  • Sarana Mensyukuri Nikmat yang diberikan Oleh Allah
Puasa ialah menahan diri dari makan, minum dan melakukan hubungan badan antara suami istri. dengan menahan diri dari makan, minum dan melakukan hubungan badan antara suami istri, diharapkan Hamba tersebut dapat hikmah, pelajaran, dan faedah bahwa banyak sekali Nikmat yang telah Allah berikan terhadap hamba tersebut seperti makan, minum dan melakukan hubungan badan antara suami istri dan nikmat lainnya yang semua itu tidak akan bisa di balas oleh hamba itu tersebut. Yang bisa dilakukan seorang hamba atas nikmat yang telah diberikan Allah dengan bersyukur, melaksanakan perintahnya dan menjauhi segala larangannya.
  • Sarana untuk menjauhi dan meninggalkan Hal-hal yang diharamkan
Puasa bukan hanya sekedar menahan lapar, hausdan hubungan badan tetapi juga menahan diri dari perbuatan yang di haramkan baik. Oleh sebab itu jika seorang hamba bisa menahan diri dari yang halal seperti makan, minum dan hubungan badan maka seharusnya ia mampu menahan diri dari perbuatan yang di haramkan seperti mencuri, membunuh jiwa yang tidak bersalah dan lainnya.
Karenanya Puasa merupakan bagian dari syariat untuk menahan diri dari perbuatan yang diharamkan.
  • Sarana untuk mengendalikan Hawa Nafsu
Bila seseorang makan dan minum sampai kenyang bisa membuat syahwat seseorang tidak terkendali sehingga dengan mudah bisa berbuat yang diharamkan (dosa). Dengan di perintahkannya berpuasa, seseorang bisa mengendalikan syahwatnya (hawa nafsu) sehingga ia bisa menjauhi perbuatan yang diharamkan (dosa).

يا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنْ اسْتَطَاعَ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ  (رواه البخاري، رقم  5066 ، مسلم، رقم 1400)

“Wahai para pemuda! Siapa yang sudah memiliki kemampuan (biologis maupun bekal materi), maka (bersegerahlah) menikah. Karena hal itu dapat menahan pandangan dan menjaga kemaluan. Sedangkan bagi yang belum mampu (menikah), hendaklah dia berpuasa, karena hal itu (menjadi) benteng baginya.” (HR. Bukhari, no. 5066, Muslim, no. 1400)

  • Menumbuhkan rasa kasih sayang terhadap sesama manusia
dengan berpuasa, kita bisa merasakan lapar dan haus sebagaimana yang dirasakan kaum Fakir miskin, ibnu sabil dan orang-orang yang di negerinya mengalami kelaparan ataupun peperangan. oleh sebab itu kita di sunnahkan untuk memperbanyak bersedekah kepada orang fakir miskin, ibnu sabil dan orang orang yang mengalami kesulitan atau kesusahan baik itu bantuan berupa tenaga maupun materi.
  • Melemahkan Godaan dari Syetan dan memperkuat Ketakwaan seorang Hamba
syetan atau iblis membisikkan godaan ke dalam diri manusia lewat pembuluh darah, dengan berpuasa mampu melemahkan godaan syetan yang berada di pembuluh darah manusia sebagaimana Sabda nabi muhammad صلى الله عليه وسلم : "Dengan Berpuasa, tempat masuk syetan akan menyempit dan akhirnya melemahkan dan mengurangi gerakkannya".

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata dalam kitab Majmu’ Fatawa, 25/246: "Tidak diragukan lagi bahwa darah bersumber dari makanan dan minuman. Jika seseorang makan atau minum, maka jalan masuk bagi setan –yaitu darah- akan semakin luas, dan kalau dia berpuasa, jalan masuk setan akan menyempit. Akibatnya jiwa akan memiliki kekuatan melakukan kebaikan dan meninggalkan kemunkaran."

  • Melatih diri untuk Muroqabatullah (Merasa di perhatikan atau di awasi Allah Ta'ala)
Ketika kita berpuasa bisa saja kita menipu manusia dengan memperlihatkan puasa kita, tetapi ketika tidak ada orang lain di sekitar kita, kita membatalkan puasa kita dengan secara sembunyi-sembunyi untuk makan dan minum tetapi kita tidak akan mampu menipu Allah Ta'ala karena Allah akan selalu mengawasi kita. Oleh sebab itu Sudah seharusnya seorang Hamba merasa di perhatikan atau di awasi oleh allah meskipun ia mampu menipu manusia dengan puasanya tetapi ia tidak akan mampu menipu Allah.
  • Menumbuhkan sifat Zuhud
dengan berpuasa di harapkan seorang hamba tumbuh rasa cintanya dan ingin bertemu Robbul Almin yaitu allah dan tidak berlebih lebihan dalam mencintai dunia dan mengharapkan pertemuan di Akhirat kelak bertemu dengan Allah dan orang-rang soleh di syurga Kelam.
  • Membiasakan seorang hamba untuk melakukan Ketaatan
Dengan berpuasa bukan berarti seorang hamba meninggalkan perintah Allah yang lainnya seperti sholat tetapi menambah ketaatan seorang hamba ke pada Allah seperti memperbanyak sholat sunnah, bersedekah dan beramal sholeh lainnya dengan membiasakan diri dalam ketaatan membuat seorang hamba akan terjaga dari kemaksiatan dan perbuatan dosa.
  • Menyehatkan Tubuh dan menyembuhkan  badan dari Penyakit
dengan berpuasa tubuh kita kembali sehat dan membantu meringankan kerja hati untuk mengendalikan racun dalam tubuh dan membantu mengurangi penyakit darah tinggi, gula darah, kolestrol dan penyakit lainnya yang bisa di obati dengan berpuasa.

Wallahu A'alm

Sumber :
Al Qur'an
HR. Al Bukhari
Tafsir As-Sa’dy, hal. 116, 
Hasyiyah Ala Roudhil Al-Murbi, 3/344, Al-Mausyu’ah Al-Fiqhiyyah, 28/9
Back To Top